Galaxy S26 Ultra tampil dengan arah pembaruan kamera yang jauh lebih serius dari sekadar angka spesifikasi. Samsung tampaknya ingin membuat ponsel ini lebih kuat untuk foto malam, zoom jarak jauh, video profesional, sampai pemindaian dokumen harian.
Fokus itu terasa karena perubahan yang dibawa tidak berdiri sendiri. Sistem kamera dibuat lebih serbaguna agar hasil foto dan video tetap stabil, konsisten, dan lebih fleksibel di banyak situasi pemakaian.
Foto malam dan gerak cepat jadi prioritas
Pembaruan paling menonjol ada pada kamera utama dengan bukaan lensa f/1.4 yang lebih lebar. Bukaan ini memungkinkan lebih banyak cahaya masuk, sehingga foto malam berpotensi terlihat lebih terang dan lebih bersih.
Efek lain dari bukaan yang lebih besar adalah kemampuan memakai shutter speed lebih cepat saat cahaya cukup. Hasilnya membantu mengurangi blur pada orang, hewan peliharaan, atau objek lain yang bergerak cepat.
Samsung juga disebut menjaga sensitivitas agar tidak perlu naik terlalu tinggi saat kondisi gelap. Ini penting karena sensitivitas tinggi kerap memunculkan noise atau efek berbutir pada foto malam.
Zoom 5x ikut mendapat perhatian khusus
Galaxy S26 Ultra tetap membawa pendekatan multi-zoom dengan opsi optik 3x dan 5x. Namun, kamera telefoto 5x 50MP mendapat peningkatan penting lewat aperture yang lebih lebar.
Perubahan itu membantu lebih banyak cahaya masuk saat memotret dari jarak jauh di suasana temaram. Kondisi seperti acara indoor atau malam hari bisa dihadapi dengan hasil yang lebih terang dan lebih terjaga.
Pada zoom 5x, blur latar juga disebut tampil lebih natural sehingga subjek tampak lebih menonjol. Di seluruh level zoom, Samsung merancang warna dan exposure agar tetap konsisten supaya perpindahan antar zoom terasa mulus.
Mode 24MP jadi pilihan tengah yang praktis
Samsung menambahkan mode foto 24MP di antara opsi default 12MP dan resolusi tinggi 50MP serta 200MP. Mode ini ditujukan untuk pengguna yang ingin detail lebih baik tanpa harus memakai file resolusi maksimum.
Dibanding 12MP, 24MP memberi detail yang lebih tinggi dan lebih enak dipakai untuk crop saat editing. Ukuran file tetap lebih mudah dikelola, sehingga opsi ini terasa lebih praktis untuk pemotretan harian.
Pilihan ini juga menjaga pengalaman kamera tetap familiar karena pengguna masih bisa mengakses semua level zoom. Dengan begitu, 24MP hadir sebagai titik tengah yang relevan untuk pemakaian sehari-hari.
Video dibuat lebih siap untuk editing serius
Di sisi video, Galaxy S26 Ultra memperkenalkan format baru bernama APV atau Advanced Professional Video. Format ini dirancang untuk mempertahankan kualitas yang lebih tinggi dibanding format video standar.
Video standar biasanya memakai kompresi agresif agar ukuran file tetap kecil. APV menyimpan lebih banyak detail asli, warna, dan rentang tonal, sehingga hasil rekaman memberi ruang lebih besar saat masuk ke tahap editing.
Keunggulan itu terasa ketika pengguna ingin mengoreksi exposure, menyesuaikan warna, atau melakukan color grading. Samsung juga menyiapkan dukungan perekaman 8K 30fps dan 4K hingga 120fps, plus perekaman Log video untuk kebutuhan grading yang lebih serius.
Karena file APV berukuran lebih besar, perekaman langsung ke media penyimpanan eksternal juga didukung. Samsung bahkan menyediakan alat editing dasar di aplikasi Gallery untuk koreksi warna ringan dan ekspor video langsung di perangkat.
Stabilisasi dan kontrol manual makin lengkap
Untuk proses merekam sambil bergerak, Samsung menambahkan Super Steady dengan Horizontal Lock. Fitur ini membantu mengurangi guncangan dan menjaga horizon tetap rata meski ponsel diputar saat merekam.
Galaxy S26 Ultra juga mendukung video HDR 10-bit. Fitur ini menangkap rentang warna dan tonal yang lebih luas agar video terlihat lebih kaya.
Stabilisasi tidak dibatasi pada kamera utama saja. Samsung menyebut stabilisasi tersedia di semua kamera, sehingga perpindahan lensa saat merekam video tetap terasa fleksibel.
Mode Pro video juga mendapat kontrol manual yang lebih luas untuk fokus dan exposure. Ini memberi ruang lebih besar bagi pengguna yang ingin merekam dengan pendekatan presisi.
Selfie dan pemindaian dokumen ikut ditingkatkan
Kamera depan kini memakai field of view yang lebih lebar. Perubahan ini memudahkan pengguna memasukkan lebih banyak orang ke dalam frame atau menangkap area sekitar tanpa harus mundur jauh.
Autofocus tetap dipertahankan agar wajah tetap tajam pada berbagai jarak. Samsung juga menambahkan Advanced Selfie dengan AI Image Signalling Processor untuk menjaga warna kulit dan tekstur wajah lebih akurat di bawah pencahayaan buatan.
Pembaruan yang sama relevan saat selfie indoor, karena lampu ruangan sering membuat hasil foto terlihat pucat atau kurang natural. Di sisi lain, Intelligent Document Scanner hadir untuk merapikan hasil scan dengan menghapus jari yang masuk frame, meluruskan sudut halaman yang terlipat, dan membersihkan bayangan atau pola yang mengganggu.
Fitur ini juga mendukung pemindaian multi-halaman otomatis, sehingga pengguna bisa memindai beberapa halaman beruntun tanpa menekan tombol setiap kali. Hasilnya dibuat lebih mendekati scanner kantor dibanding jepretan kamera ponsel biasa.
Source: www.sammobile.com





