TikTok Kembali ke Perangkat Federal AS, Larangan 2022 Gugur Setelah Divestasi

Pegawai federal Amerika Serikat kini kembali diizinkan mengunduh dan menggunakan TikTok pada perangkat pemerintah. Kebijakan yang sejak 2022 membatasi aplikasi video pendek itu resmi tidak lagi berlaku setelah perubahan besar pada pengelolaan TikTok di pasar AS.

Keputusan ini menandai pergeseran sikap pemerintah AS terhadap TikTok, yang sebelumnya dipandang berisiko bagi keamanan nasional. Dasar pencabutan larangan tersebut adalah struktur operasional baru yang dinilai mengurangi pengaruh ByteDance dan memperketat pengamanan data pengguna.

Penilaian Risiko TikTok Berubah

Departemen Kehakiman AS menyampaikan perubahan pandangan itu melalui dokumen yang ditujukan kepada Presiden Donald Trump. Dalam dokumen tersebut, versi TikTok yang kini beroperasi di AS dinilai tidak lagi menimbulkan ancaman keamanan.

Beritasatu.com, mengutip Reuters, melaporkan bahwa larangan yang diberlakukan melalui undang-undang pada 2022 tidak lagi berlaku bagi perangkat resmi pegawai federal. Artinya, TikTok tidak lagi diblokir secara khusus dari perangkat pemerintah seperti sebelumnya.

Larangan lama tidak hanya berkaitan dengan akses pegawai terhadap sebuah aplikasi hiburan. Pemerintah AS sebelumnya menyoroti pengelolaan data pengguna serta potensi pengaruh ByteDance, perusahaan induk TikTok asal China, atas operasional platform tersebut di Amerika Serikat.

Penilaian baru Departemen Kehakiman muncul setelah pengalihan kendali data pengguna dan operasional TikTok di AS diselesaikan. Struktur ini dirancang untuk memisahkan pengelolaan lokal dari kondisi yang menjadi alasan utama pembatasan sebelumnya.

TikTok USDS Menangani Operasional di AS

Pusat dari perubahan tersebut adalah TikTok USDS, perusahaan patungan yang mengambil peran utama dalam pengelolaan TikTok di Amerika Serikat. Entitas ini dibentuk untuk menangani data pengguna AS sekaligus operasional platform di pasar tersebut.

TikTok USDS juga bertanggung jawab melatih, menguji, dan memperbarui algoritma rekomendasi konten TikTok. Proses itu menggunakan data pengguna di AS, sehingga pengelolaan sistem rekomendasi tidak lagi sekadar berjalan dengan struktur sebelumnya.

Algoritma rekomendasi merupakan bagian penting dari pengalaman TikTok karena menentukan video yang ditampilkan kepada pengguna. Dengan pengaturan baru ini, tanggung jawab atas komponen tersebut ditempatkan di bawah TikTok USDS.

Sistem yang dikelola TikTok USDS akan diamankan melalui layanan komputasi awan Oracle yang berbasis di Amerika Serikat. Oracle juga disebut sebagai salah satu dari tiga investor utama dalam perusahaan patungan tersebut.

PihakKepemilikan di TikTok USDSPeran
Investor AS dan global80,1%Memegang mayoritas saham
ByteDance19,9%Mempertahankan kepemilikan minoritas
OracleTidak disebutkanPenyedia layanan komputasi awan dan investor utama

ByteDance Menjadi Pemegang Saham Minoritas

Berdasarkan kesepakatan divestasi, investor dari AS dan investor global menguasai 80,1% saham TikTok USDS. ByteDance mempertahankan 19,9% saham, yang menempatkannya sebagai pemegang kepemilikan minoritas.

Departemen Kehakiman menilai porsi saham minoritas itu tidak lagi memberi ByteDance pengaruh signifikan terhadap operasional TikTok di AS. Penilaian tersebut menjadi salah satu landasan pemerintah untuk mengakhiri larangan penggunaan TikTok pada perangkat federal.

Struktur kepemilikan baru membedakan pengelolaan TikTok di AS dari situasi yang melatarbelakangi larangan pada 2022. Data pengguna, operasional, dan pengelolaan rekomendasi konten kini ditempatkan dalam kerangka yang dijalankan TikTok USDS.

Bagi pegawai federal, perubahan ini membuka kembali akses TikTok melalui perangkat pemerintah. Namun, izin itu berlaku dalam konteks operasional baru yang bertumpu pada divestasi kepemilikan, pengelolaan data di AS, dan pengamanan sistem melalui Oracle.

Terkait