Changan Ubah Arah Besar Dunia, Bidik 1,5 Juta Penjualan Global Pada 2030

Changan Group mengambil langkah besar untuk mengubah arah bisnis internasionalnya melalui pembaruan strategi Vast Ocean Plan 2.0. Targetnya jelas: membangun operasi global yang lebih terintegrasi, bukan lagi sekadar mengirim produk ke berbagai negara.

Perubahan strategi ini juga menegaskan ambisi Changan untuk mengejar penjualan internasional 1,5 juta hingga 1,8 juta unit pada 2030. Selain volume, perusahaan asal Tiongkok ini ingin memperkuat posisi di pasar-pasar utama seperti Eropa, Eurasia, Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika, serta Amerika Tengah dan Selatan.

Fokus baru: dari ekspor ke operasi lokal

Changan menempatkan globalisasi sebagai prioritas utama dalam kerangka transformasi yang disebut “1+4+4+5”. Dalam pendekatan baru ini, perusahaan ingin membangun kehadiran yang lebih dalam lewat manufaktur, penjualan, investasi, layanan, dan keberlanjutan di tiap wilayah.

Langkah tersebut menunjukkan pergeseran penting dari model ekspor tradisional menuju operasi yang lebih menyatu dengan pasar lokal. Changan menilai cara itu lebih relevan untuk membangun daya saing jangka panjang di tengah persaingan otomotif dunia yang semakin ketat.

Teknologi jadi penopang ekspansi

Pembaruan strategi itu tidak berdiri sendiri, karena Changan juga menampilkan teknologi BlueCore Hybrid pada dua model andalan, yakni Eado generasi keempat dan CS75 Plus. Kehadiran teknologi tersebut memperlihatkan bahwa ekspansi pasar akan didorong oleh penguatan produk, bukan hanya perluasan jaringan.

General Manager Changan Group, Zhao Fei, menyebut perusahaan menjalankan rencana baru ini dengan tekad yang lebih kuat dan pola pikir yang lebih terbuka. Ia juga menegaskan bahwa Changan akan berpegang pada prinsip pengembangan jangka panjang, lokalisasi, sistematisasi, dan praktik ESG.

Target besar di berbagai kawasan

Sasaran Changan tidak berhenti pada angka penjualan global. Perusahaan juga ingin menjadi merek China terdepan di Eropa dan masuk lima besar di Eurasia, Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika, serta Amerika Tengah dan Selatan.

Target tersebut menggambarkan ambisi yang cukup agresif untuk produsen otomotif asal Tiongkok. Changan ingin membangun posisi yang kuat di kawasan berkembang, sekaligus menantang dominasi pemain lain di pasar yang memiliki karakter konsumen berbeda-beda.

Jejak global sudah mulai terbentuk

Kinerja internasional Changan sejauh ini menunjukkan pijakan yang terus meluas. Sepanjang 2025, penjualan luar negeri perusahaan mencapai 637.000 unit, tumbuh 18,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, Changan telah masuk ke 21 pasar baru dengan meluncurkan 12 model anyar. Jaringan bisnisnya kini mencakup 118 negara melalui 1.124 diler, yang menunjukkan skala operasi luar negeri mereka sudah cukup luas.

Di sisi produksi, Changan juga memiliki 22 basis manufaktur internasional dengan kapasitas gabungan tahunan mencapai 350.000 unit. Portofolio globalnya pun terus bertambah hingga mencapai 41 model pada akhir 2025, terdiri dari 25 kendaraan bermesin konvensional dan 16 kendaraan energi baru atau NEV.

Tujuh pilar untuk mengejar target 2030

Untuk mencapai sasaran 2030, Changan menyusun tujuh pilar utama dalam Vast Ocean Plan 2.0. Fokusnya mencakup penguatan teknologi, pengembangan produk global, pembangunan merek, perluasan kemitraan, peningkatan investasi, penguatan layanan, dan pembentukan tim internasional yang lebih kompeten.

Pada aspek teknologi, Changan menargetkan kebutuhan pengguna dalam hal keselamatan, efisiensi, dan mobilitas cerdas. Strategi ini didukung integrasi BlueCore Hybrid, SDA Intelligence, dan solusi energi generasi terbaru yang menjadi bagian penting dari arah pengembangan produk.

Pada sisi produk, Changan juga mengubah pola pengembangan dari yang sebelumnya terpusat di China menjadi lebih global dan menyesuaikan karakter tiap wilayah. Meski begitu, perusahaan tetap menjaga standarisasi platform global agar proses pengembangan tetap efisien dan konsisten di berbagai pasar.

Dengan kombinasi strategi, produk, dan perluasan jaringan, Changan menunjukkan bahwa persaingan global kini tidak lagi cukup ditopang oleh ekspor semata. Perusahaan itu kini bergerak ke arah ekosistem yang lebih dalam, mulai dari produksi lokal, layanan purna jual, hingga dukungan bisnis yang lebih kuat di setiap negara tujuan.

Source: otomotif.kompas.com
Terkait