ESDM Kaji Tangki BBM 30.000 KL di Selayar, Peluang Jadi Hub Energi Timur Indonesia

Author: Cung Media

Rencana pembangunan tangki BBM berkapasitas hingga 30.000 kiloliter di Kabupaten Kepulauan Selayar mulai menarik perhatian karena potensi strategisnya untuk kawasan timur Indonesia. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kini mengkaji usulan itu sebagai salah satu opsi penguatan ketahanan energi nasional.

Jika terealisasi, fasilitas penyimpanan ini bukan hanya menjadi tempat stok BBM, tetapi juga bisa mengurangi risiko gangguan pasokan di wilayah yang selama ini bergantung pada pengiriman dari Makassar. Jarak pelayaran yang panjang dan cuaca buruk saat musim barat membuat distribusi energi ke Selayar kerap tidak stabil.

Rencana Kapasitas dan Jenis BBM

Dalam pembahasan di Kementerian ESDM, proyek storage BBM itu diproyeksikan dimulai dari kapasitas 10.000 kl hingga 30.000 kl. Fasilitas tersebut disiapkan untuk menjaga ketersediaan Solar, Pertalite, dan Pertamax di Selayar.

Aspek Rencana Keterangan
Kapasitas awal 10.000 kl – 30.000 kl Tahap awal pembangunan storage tank
Jenis BBM Solar, Pertalite, Pertamax Untuk menjaga ketersediaan pasokan
Kebutuhan harian Selayar 70 – 90 kl per hari Menjadi dasar kebutuhan penyimpanan yang lebih besar

Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam, menyebut inisiatif itu sebagai salah satu titik alternatif yang strategis untuk pengembangan storage BBM di Indonesia. Hasil audiensi akan dilaporkan kepada Direktur Jenderal Migas dan Menteri ESDM sebagai bahan evaluasi infrastruktur energi ke depan.

Selayar Dinilai Punya Posisi Strategis

Bupati Kepulauan Selayar, Muhammad Natsir Ali, mengatakan daerahnya selama ini sangat bergantung pada pasokan BBM dari Makassar. Pengiriman bisa memakan waktu hingga 10 jam pelayaran, sehingga distribusi rentan terganggu terutama saat musim barat.

Musim barat di wilayah itu berlangsung sekitar empat hingga lima bulan dan kerap memicu hambatan distribusi akibat cuaca buruk. Karena itu, pemerintah kabupaten mengusulkan pembangunan storage tank agar pasokan lebih aman dan Selayar bisa didorong menjadi hub logistik energi nasional.

Letak Selayar juga dinilai mendukung gagasan tersebut karena berada di jalur pelayaran internasional. Natsir menyebut wilayahnya berada di tengah jalur pelayaran internasional ALKI II dan ALKI III, yang membuatnya punya nilai tambah bagi distribusi energi di kawasan timur.

Lahan dan Infrastruktur Penunjang Sudah Disiapkan

Untuk mendukung rencana itu, pemerintah kabupaten telah mengalokasikan lahan seluas 2.000 hingga 3.000 hektare yang sudah disahkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah atau RTRW. Skema pengembangan yang disiapkan juga tidak hanya fokus pada tangki timbun, tetapi terintegrasi dengan fasilitas logistik lain.

Rencana infrastrukturnya mencakup dermaga kapal tanker atau jetty, sistem pipa distribusi, hingga fasilitas bongkar muat. Dengan dukungan itu, Selayar diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan BBM, tetapi juga simpul distribusi energi yang lebih kuat untuk wilayah sekitarnya.

Di tengah kebutuhan BBM harian Selayar yang berada di kisaran 70 hingga 90 kiloliter, kapasitas penyimpanan yang lebih besar dianggap penting untuk menjaga stok saat pengiriman terganggu. Usulan ini sekaligus membuka peluang Selayar mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok energi kawasan timur Indonesia.

Rangkuman Rencana

Komponen Detail
Lokasi Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan
Target kapasitas 10.000 kl hingga 30.000 kl
BBM yang disiapkan Solar, Pertalite, Pertamax
Infrastruktur pendukung Jetty, pipa distribusi, fasilitas bongkar muat
Luas lahan 2.000 hingga 3.000 hektare

Dengan kajian yang masih berjalan, usulan tangki BBM di Selayar kini menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan ESDM untuk memperkuat cadangan energi dan rantai distribusi di wilayah timur Indonesia.

Source: www.cnbcindonesia.com
Terbaru