Elnusa Petrofin Pantau 2.900 GPS 24 Jam, Distribusi BBM dan LPG Dijaga Ketat

Distribusi BBM dan LPG melintasi banyak wilayah dengan perjalanan panjang, armada besar, serta risiko yang dapat muncul di jalan. Elnusa Petrofin mengandalkan pusat kendali digital selama 24 jam untuk memantau pergerakan kendaraan dan menjaga penyaluran energi tetap terkendali.

Sistem tersebut menjadi salah satu fondasi operasional perusahaan yang memasuki usia 30 tahun. Elnusa Petrofin menangani rantai pasok energi di berbagai daerah Indonesia, mulai dari distribusi BBM hingga pengelolaan terminal energi.

Ribuan Perangkat Terhubung ke Pusat Kendali

Road Traffic Control atau RTC menjadi pusat pemantauan armada yang bekerja secara terpusat melalui dashboard digital. Sistem ini merekam pergerakan kendaraan, perilaku berkendara, kondisi perjalanan, serta performa operasional secara real-time.

RTC telah terintegrasi dengan lebih dari 2.900 perangkat GPS dan lebih dari 2.200 unit CCTV pada armada distribusi. Pengawasan langsung itu ditujukan agar potensi gangguan dapat diketahui lebih awal sebelum memengaruhi keamanan perjalanan dan ketepatan penyaluran energi.

Aspek OperasionalSistem PendukungFungsi
Pemantauan armadaRTC, GPS, CCTVMengawasi perjalanan dan perilaku berkendara secara real-time
Risiko perjalananJourney Risk ManagementMemetakan risiko dari perencanaan rute hingga tujuan
Kesiapan pengemudiFit to WorkMemastikan Awak Mobil Tangki siap bertugas
Pemeliharaan kendaraanMMS, MMS Lite, OMIMendukung inspeksi dan pencatatan perawatan armada

Pengendalian perjalanan juga dilakukan melalui Journey Risk Management untuk seluruh armada distribusi energi. Sistem ini memetakan risiko sejak rute disiapkan sampai kendaraan mencapai lokasi tujuan.

Selain kendaraan dan rute, kondisi pengemudi turut menjadi perhatian melalui program Fit to Work bagi Awak Mobil Tangki atau AMT. CCTV armada serta pusat monitoring digunakan sebagai bagian dari upaya mencegah kelelahan pengemudi dan risiko human error.

Untuk rute jarak jauh, perusahaan menyediakan Rest Area dan Check Point di jalur distribusi strategis. Fasilitas tersebut memberi ruang istirahat bagi pengemudi agar memiliki waktu pemulihan sebelum melanjutkan perjalanan.

Data Perawatan Menentukan Kesiapan Armada

Keandalan kendaraan dijaga melalui Maintenance Management System atau MMS dan MMS Lite yang dijalankan secara terintegrasi. Program perawatan ini juga didukung kerja sama dengan Agen Tunggal Pemegang Merek kendaraan untuk menjaga standar armada.

Inspeksi dilakukan berkala dengan dukungan ATPM, sedangkan catatan pemeliharaan dihimpun melalui aplikasi digital Operational Maintenance Information. Data tersebut membantu perusahaan mengambil keputusan perawatan dengan lebih cepat dan berbasis kondisi armada.

Skala operasional Elnusa Petrofin mencakup lebih dari 98 lokasi di Indonesia. Perusahaan juga mendukung penyaluran energi melalui jaringan 51 Fuel Terminal Pertamina Patra Niaga.

Layanan yang ditangani mencakup distribusi BBM, LPG, aviasi, petrokimia, pelumas, chemical logistics, hingga pengelolaan terminal energi. Cakupan tersebut membuat pengawasan operasional tidak hanya berfokus pada kendaraan pengangkut bahan bakar.

Pengamanan Terminal dan Fasilitas Energi

Sistem surveillance diterapkan pada sejumlah kegiatan penyaluran di Terminal Bahan Bakar Minyak strategis. Pengawasan ini mencakup kegiatan di Jambi, Medan, dan Pontianak untuk memperkuat security serta operational control.

Pendekatan Process Safety Asset Integrity Management System atau PSAIMS juga digunakan di SPBE Bima, SPPBE Gunung Sitoli Nias, TBBM Bajo, TBBM Tembilahan, dan LPG Terminal Amurang. Sistem tersebut diperkuat dengan studi Hazard Identification serta Hazard and Operability Study secara berkala.

Studi itu dipakai untuk mengenali potensi bahaya dan meningkatkan integritas fasilitas operasi. Langkah tersebut juga diarahkan agar proses kerja tetap mengikuti standar keselamatan industri migas.

Menopang Pasokan pada Periode Ramai

Penguatan pengawasan dan kesiapan armada menjadi penting saat kebutuhan energi meningkat pada periode tertentu. Elnusa Petrofin mengerahkan lebih dari 7.000 AMT dalam Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri serta Natal dan Tahun Baru.

Direktur Operasi dan Marketing PT Elnusa Petrofin, Ferdiansyah, menegaskan bahwa keselamatan dan keandalan operasi berjalan beriringan. “Bagi Elnusa Petrofin, operational excellence dan HSSE excellence merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan,” ujar Ferdiansyah dalam keterangan yang dimuat Medcom.id.

Di luar operasional distribusi, HSSE diintegrasikan dengan efisiensi energi, pengurangan emisi, konservasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Upaya itu ditempatkan sebagai bagian dari kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan dan agenda Net Zero Emissions Indonesia 2060.

Melalui tema “Connecting Your Energy” pada usia 30 tahun, Elnusa Petrofin menyatakan akan terus memperkuat transformasi digital dan kapabilitas operasional. Fokusnya adalah menghadirkan layanan logistik energi yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi ketahanan energi nasional.

Source: www.medcom.id
Terkait