FCSB mengambil keputusan tak lazim saat menyusun tim utama untuk menghadapi FC Argeș. Risto Radunovic, yang selama ini dikenal sebagai bek kiri, dipasang sebagai gelandang bertahan di depan lini belakang.
Perubahan posisi itu menjadi perhatian karena Radunovic harus menjalankan tugas sentral bersama Cisotti dalam formasi 4-2-3-1. Ia tidak lagi memulai permainan dari sisi kiri, melainkan ditempatkan di poros yang menuntut disiplin posisi dan kemampuan memutus serangan lawan.
Peran baru tersebut juga membuat susunan FCSB terlihat berbeda dari penempatan pemain yang biasa terlihat di lini belakang. Radunovic akan berada tepat di depan dua bek tengah untuk membantu menjaga keseimbangan permainan tim.
Penempatan yang Bukan Tanpa Dasar
Mantan pemain tim nasional Rumania, Ilie Dumitrescu, menilai keputusan itu memiliki dasar taktis. Menurutnya, Radunovic sudah pernah menjalankan fungsi serupa dalam fase pembangunan serangan FCSB.
Dumitrescu menjelaskan bahwa Radunovic kerap bergerak dari sisi lapangan menuju area tengah ketika tim menguasai bola. Pergerakan itu memungkinkan pemain Montenegro tersebut mengambil posisi sebagai gelandang interior, bahkan berada lebih tinggi di wilayah lawan.
“Radunovic pada pengembangan permainan berubah menjadi gelandang di dalam, sedikit lebih tinggi bahkan sebagai inter. Ia bahkan muncul di sepertiga pertahanan lawan,” kata Dumitrescu kepada Digi Sport, seperti dikutip Sport.ro.
Penilaian itu menunjukkan bahwa posisi bek kiri Radunovic tidak selalu membatasi keterlibatannya di area sentral. Pengalamannya masuk ke tengah saat FCSB membangun permainan dinilai dapat membantu proses adaptasi dalam peran gelandang bertahan.
Namun, tugas sebagai pemain nomor enam tetap membawa tuntutan berbeda. Radunovic perlu menjaga ruang di depan bek tengah, mengalirkan bola dari bawah, serta memastikan lini tengah tidak mudah ditembus ketika FCSB kehilangan penguasaan.
Cisotti Jadi Rekan di Poros Tengah
Cisotti dipercaya menjadi pasangan Radunovic di lini tengah FCSB. Dumitrescu menilai keduanya memiliki karakter disiplin yang dibutuhkan untuk menjalankan instruksi dalam susunan dua gelandang bertahan.
“Mereka adalah dia dan Cisotti, dua pemain yang disiplin. Radunovic sudah bermain dalam persiapan, dalam satu pertandingan, di depan bek tengah,” lanjut Dumitrescu.
Menurut Dumitrescu, Cisotti dapat menjalankan peran tersebut tanpa masalah. Kombinasi keduanya menjadi elemen penting karena FCSB tetap memakai tiga pemain di belakang penyerang untuk menopang Bîrligea di lini depan.
| Tim | Formasi | Poros Tengah | Kapten |
|---|---|---|---|
| FCSB | 4-2-3-1 | Cisotti, Radunovic | Tănase |
| FC Argeș | 4-3-1-2 | Rață, Sierra, Emmers | Tudose |
Susunan FCSB dan FC Argeș
FCSB menurunkan Târnovanu sebagai penjaga gawang. Crețu, Dawa, Duarte, dan Pădurariu mengisi empat posisi di lini belakang, sementara Politic, Tănase, serta Oct. Popescu mendukung Bîrligea.
Di bangku cadangan, FCSB memiliki M. Popa, Udrea, Dăncuș, D. Avram, M. Toma, Stoian, Labonne, dan D. Popa. Tim ini dipimpin Marius Baciu dalam laga tersebut.
FC Argeș memakai bentuk 4-3-1-2 dengan Căbuz di bawah mistar. Oancea, Sadriu, Tudose, dan Borța membangun lini belakang, sedangkan Pîrvu bermain di belakang duet Micovschi dan Matos.
Bogdan Andone memiliki opsi cadangan seperti Șerban, Straton, Tofan, Garutti, Antoniou, Rădescu, Idowu, Dulcea, Moldoveanu, Balauare, M. Marin, dan Cotea. Dengan susunan itu, perhatian utama tetap tertuju pada kemampuan Radunovic menjaga area tengah FCSB sambil mendukung transisi permainan tim.
