Duduk Lesu Di Samping Bangkai KRL, Harta Bobby Rasyidin Ikut Disorot Publik

Sorotan publik terhadap Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menguat setelah tragedi kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di petak Stasiun Bekasi Timur. Peristiwa itu memicu duka besar karena dilaporkan menimbulkan 15 korban tewas serta puluhan korban luka yang harus dirawat intensif di rumah sakit.

Nama Bobby ikut ramai dibicarakan setelah foto dirinya di lokasi kejadian beredar luas di media sosial. Dalam potret tersebut, Bobby terlihat duduk lesu di samping bangkai KRL, mengenakan pakaian yang tampak lusuh dan tergulung, lalu bersandar di tiang peron.

Respons publik terhadap sosok Bobby di lokasi tragedi

Warganet ramai menanggapi penampilan Bobby yang dinilai jauh dari kesan formal seorang pucuk pimpinan BUMN. Namun, perhatian publik tidak hanya tertuju pada visual di lokasi kejadian, karena tragedi itu juga membuat banyak orang menelusuri lebih jauh latar belakang dan kekayaan Bobby Rasyidin.

Dalam materi yang beredar, Bobby disebut sempat menyampaikan kronologi kejadian melalui media sosial. Posisi strategisnya sebagai Dirut KAI membuat namanya ikut menjadi pusat sorotan karena perusahaan yang dipimpin terdampak langsung oleh insiden tersebut.

Jejak pendidikan dan karier di lingkungan BUMN

Bobby Rasyidin dikenal sudah lama berkecimpung di dunia BUMN dan memegang sejumlah jabatan penting. Riwayat pendidikannya juga menjadi bagian yang kerap disebut saat publik menelusuri profilnya lebih jauh.

Ia lahir pada 32 Desember 1974 di Padang, Sumatera Barat, lalu menempuh pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung dan lulus pada 1996 dari jurusan Teknik Telekomunikasi. Setelah itu, Bobby melanjutkan studi magister di luar negeri, termasuk Master of Psychology Management di Naperville dan Master of Business Administration dari The University of New South Wales yang selesai pada 2000.

Kariernya di dunia profesional disebut menanjak sejak usia muda. Bobby pernah dipercaya menduduki posisi puncak PT Alcatel Lucent, Prancis, saat berusia 38 tahun.

Deretan jabatan yang pernah dipegang

Sejumlah posisi penting juga pernah diemban Bobby di perusahaan dan entitas yang terkait dengan sektor teknologi maupun BUMN. Berikut riwayat jabatan yang tercatat dalam informasi referensi:

  1. Direktur Utama PT Teknologi Riset Global Investama, 2016.
  2. Komisaris Utama PT LEN Telekomunikasi Indonesia, 2016-2019.
  3. Komisaris Utama PT Akses Prima Indonesia, 2016-2021.
  4. Komisaris Utama PT Indonesian Cloud, 2019-2021.
  5. Komisaris Independen PT GMF Aero Asia Tbk., sejak Juni 2020.
  6. Direktur Utama PT LEN Industri (Persero), 2021-2025.
  7. Direktur Utama PT KAI, 2025 – selesai.

Rangkaian jabatan itu memperlihatkan bahwa Bobby sudah lama berada di lingkungan perusahaan besar. Jejak ini juga membuat namanya cepat menarik perhatian ketika tragedi di Bekasi Timur menjadi pembahasan nasional.

Data kekayaan Bobby di e-LHKPN ikut disorot

Sorotan terhadap Bobby kemudian melebar ke laporan harta kekayaan yang tercatat di arsip e-LHKPN Komisi Pemberantasan Korupsi. Dalam data yang disebutkan, Bobby telah menyampaikan laporan kekayaannya sebanyak lima kali.

Pada 2020, saat menjabat sebagai Direktur Utama Defend ID, total hartanya tercatat sebesar Rp42.591.579.521. Dalam laporan berikutnya, jumlah kekayaannya bergerak naik-turun pada periode 2022 hingga 2023.

Data terakhir yang disebutkan ialah laporan pada Senin, 17 Maret 2025, dengan total kekayaan Rp37.838.318.258. Rinciannya meliputi tanah dan bangunan senilai Rp21.012.580.500, alat transportasi dan mesin Rp4.743.578.139, harta bergerak lainnya Rp2.445.226.800, kas dan setara kas Rp9.202.534.739, serta harta lainnya Rp1.399.427.455.

Laporan itu juga mencatat tidak ada surat berharga, sementara utang Bobby tercantum sebesar Rp860.029.375. Angka tersebut ikut memperkuat arus perhatian publik yang tidak hanya tertuju pada tragedi KRL Bekasi Timur, tetapi juga pada profil kekayaan pejabat yang kini menjadi sorotan luas.

Source: www.suara.com

Baca Juga

Back to top button