Dua Hatch Listrik Beda Benua Ini Ternyata Bisa Tampil Sangat Mirip

Dua hatchback listrik kecil dari dua benua mendadak terlihat seperti kembar jauh. Firefly Storm Eye by APW dari Tiongkok dan Alpine A290 Tour de Corse by SAMM.O dari Prancis sama-sama mengusung bahasa desain reli yang sangat mirip.

Warna kuning terang, grafis hitam-putih, pelek putih, dan detail lampu bernuansa rally membuat keduanya tampil seolah lahir dari ide visual yang sama. Padahal, kedua mobil ini tidak punya hubungan langsung dan datang dari latar yang berbeda.

Firefly Storm Eye membawa Firefly EV ke arah motorsport

Firefly Storm Eye tampil di Guangzhou International Automobile Exhibition pada November 2025 sebagai proyek custom dari APW. Studio modifikasi berperforma tinggi itu ingin menunjukkan potensi personalisasi Firefly EV milik NIO.

Secara visual, mobil ini memakai livery Storm Gold dengan garis hitam dan pelek putih. Kesan reli dibuat lebih tegas lewat coilover suspension, bodykit serat karbon, serta paket aero yang mencakup pelebar fender, front splitter, side skirts, diffuser belakang, dan sayap belakang besar.

APW juga menambahkan roof rails custom agar hatchback ini bisa dipasangi roof rack Thule untuk membawa perlengkapan ekstra di lintasan reli. Di kabin, jok putih, jahitan kuning, dan seatbelt senada menjaga tema eksterior tetap konsisten.

Tak ada informasi soal peningkatan performa, sehingga mobil ini diperkirakan masih memakai motor listrik standar. Output-nya tercatat 141 hp atau 105 kW/143 PS dengan torsi 200 Nm, ditopang baterai 42,1 kWh.

Alpine A290 Tour de Corse membawa warisan balap yang lebih tua

Berbeda dari Firefly, Alpine A290 Tour de Corse adalah karya satu unit dari fotografer dan desainer otomotif Oscar Molero, atau SAMM.O, bersama Atelier Alpine Barcelona. Mobil ini berbasis Alpine A290 listrik penuh dan mengadopsi interpretasi modern dari salah satu livery balap paling ikonik milik Alpine.

Eksteriornya memakai nuansa kuning yang mirip Renault 5, lalu dipadukan dengan garis hitam dan putih di sisi bodi. Detail lain mencakup kap mesin hitam dengan garis putih di tepi, aksen kuning di bagian bawah bodi, tulisan Tour de Corse di penutup port pengisian daya, serta pelek putih “Snowflake” dengan kaliper rem merah.

Performa mobil ini berasal dari motor listrik depan yang menghasilkan hingga 215 hp atau 160 kW/218 PS dan torsi 300 Nm. Tenaganya disalurkan bersama baterai 52 kWh.

Mirip secara visual, berbeda dari sisi sejarah

Meski Firefly custom lebih dulu tampil di depan publik, Alpine punya keunggulan dalam hal orisinalitas historis. Livery mobil Prancis ini terinspirasi langsung dari A110 Tour de Corse rally car tahun 1975, mengikuti jejak edisi terbatas A110 Tour de Corse 75 yang hadir pada 2022.

Itu membuat Alpine terasa seperti penghormatan yang lebih dekat ke akar sejarah reli merek tersebut. Firefly, sebaliknya, lebih menonjol sebagai bukti bahwa mobil listrik kompak dari Tiongkok juga bisa dibawa ke arah motorsport-style yang ekspresif.

Dua proyek ini memperlihatkan bahwa bahasa desain reli masih hidup kuat di era mobil listrik. Di tengah banyak hatchback listrik yang tampil seragam, kombinasi warna kontras, pelek putih, dan detail balap masih sanggup membuat mobil kecil terlihat jauh lebih dramatis.

Source: www.carscoops.com

Terkait