Gen Z dan Milenial Makin Cemas Finansial, 38 Persen Tunda Nikah Karena Uang

Kecemasan finansial kini makin memengaruhi keputusan hidup Gen Z dan Milenial di Indonesia. Bagi banyak anak muda, uang bukan lagi sekadar soal belanja, tetapi juga menyangkut kapan mereka berani melangkah ke keputusan besar seperti menikah.

Survei Indonesia Millennial and Gen Z Report 2027 dari IDN Research Institute menunjukkan 65,8 persen responden cenderung menahan atau menunda pengeluaran karena khawatir kondisi keuangan mereka memburuk. Pola ini menandakan rasa aman finansial terasa semakin sulit dijaga di tengah masa depan yang dianggap tidak pasti.

Belanja Jadi Lebih Hati-Hati

Kecemasan itu muncul dalam bentuk yang berbeda-beda. Sebagian responden memilih lebih ketat memprioritaskan kebutuhan pokok, sementara sebagian lain tetap melakukan pembelian kecil agar merasa masih punya kendali jangka pendek.

Pergeseran ini memperlihatkan bahwa banyak anak muda tidak sekadar menekan pengeluaran, tetapi juga berusaha mempertahankan rasa aman psikologis. Kekhawatiran mereka tidak hanya tertuju pada hari ini, melainkan juga pada kondisi finansial yang mungkin berubah di masa depan.

Kemiskinan Dipandang Sebagai Masalah Sistemik

Cara pandang Gen Z dan Milenial terhadap penyebab kemiskinan juga berubah. Sebanyak 46,4 persen responden menilai kemiskinan lebih banyak dipengaruhi faktor sistemik, seperti kondisi ekonomi, akses pendidikan, peluang kerja, dan struktur sosial.

Artinya, stabilitas finansial tidak lagi dilihat semata-mata sebagai hasil kerja keras individu. Bagi mereka, pertanyaannya bergeser menjadi apakah sistem benar-benar memberi peluang yang adil untuk berhasil.

Biaya Hidup dan Pasar Kerja Menekan

Tekanan finansial generasi muda di Indonesia sejalan dengan tren global. Survei Deloitte Gen Z & Millennial 2025 mencatat 39 persen Gen Z menganggap biaya hidup sebagai kekhawatiran utama, bahkan lebih tinggi daripada isu kesehatan mental dan pengangguran.

Di dalam negeri, tekanan itu ikut diperkuat oleh pasar kerja yang belum sepenuhnya pulih. Data BPS Sakernas 2025 mencatat jumlah pengangguran terbuka per Agustus 2025 mencapai 7,46 juta orang, naik dari 7,28 juta orang pada Februari 2025.

Kondisi kerja yang belum stabil juga tercermin dari banyaknya pekerja yang tidak bekerja penuh waktu. Dari 146,5 juta orang yang bekerja, sebanyak 47,9 juta orang atau 32,7 persen masuk kategori tidak bekerja penuh dan terjebak di pekerjaan informal, musiman, atau dengan jam kerja rendah.

Dalam situasi seperti ini, keputusan finansial menjadi lebih defensif dan penuh perhitungan. Tidak mengherankan jika banyak anak muda memilih menahan langkah besar sambil menunggu kondisi terasa lebih aman.

Menunda Nikah Jadi Pilihan Rasional

Dampak paling nyata dari kecemasan itu terlihat pada keputusan menikah. Dalam Indonesia Millennial & Gen Z Report 2025, sebanyak 38 persen Milenial dan Gen Z mengaku menunda pernikahan karena alasan finansial.

Angka ini menunjukkan bahwa pernikahan kini tidak hanya dinilai dari kesiapan emosional. Bagi banyak anak muda, kesiapan ekonomi menjadi syarat yang terasa semakin sulit dicapai di tengah harga hidup yang naik dan kualitas pekerjaan yang belum stabil.

Penundaan tersebut tidak selalu berarti penolakan terhadap pernikahan. Bagi sebagian orang, itu justru langkah paling rasional sebelum mengambil keputusan besar yang membawa konsekuensi panjang.

Masih Ingin Mengatur Uang Lebih Baik

Di tengah tekanan itu, Gen Z dan Milenial tetap menunjukkan keinginan untuk belajar mengelola keuangan. Sebanyak 69,1 persen responden lebih tertarik pada konten financial management yang praktis dan bisa langsung diterapkan dibanding konten yang menekankan risiko jatuh miskin.

Minat ini menunjukkan mereka bukan generasi yang pasif terhadap uang. Mereka justru mencari cara yang paling relevan untuk bertahan, sambil mencoba mengambil kendali atas kondisi finansial yang terasa menekan.

Tantangannya kini ada pada ekosistem yang mendukung keputusan itu. Selama kualitas pekerjaan belum membaik dan akses pada informasi finansial yang relevan masih terbatas, kecemasan kemungkinan tetap menjadi bagian dari cara Gen Z dan Milenial menjalani hidup.

Source: www.idntimes.com

Terkait