Controller Xbox yang biasanya dipakai bermain gim kini menjadi bagian dari teknologi yang disiapkan untuk mengoperasikan alat berat konstruksi dari jarak jauh. Sistem ini dikembangkan TerraFirma, startup bentukan dua mantan insinyur SpaceX yang memiliki ambisi jangka panjang membangun infrastruktur di Mars.
Gagasan tersebut berangkat dari kebutuhan bekerja di lokasi yang berisiko atau sulit dijangkau manusia. Untuk lingkungan ekstrem seperti Mars, pengoperasian alat berat tanpa ketergantungan penuh pada pekerja di lapangan dapat menjadi kebutuhan mendasar.
Teknologi Konstruksi untuk Lokasi Berbahaya
TerraFirma mengembangkan antarmuka kendali jarak jauh untuk mesin-mesin konstruksi, termasuk melalui controller Xbox. Perusahaan menilai cara ini berpotensi menekan biaya proyek sekaligus meningkatkan keselamatan pekerja.
Meski target akhirnya mencakup Bulan dan Mars, pembuktian teknologi itu masih dilakukan di Bumi. TerraFirma telah mengerjakan proyek komersial, termasuk pembangunan arena olahraga dan gerai Starbucks.
Proyek-proyek tersebut menjadi ruang pengujian bagi sistem operasi alat berat jarak jauh sebelum diterapkan pada pekerjaan yang lebih rumit. Pendekatan ini juga memungkinkan perusahaan mengembangkan teknologi dengan kebutuhan pasar konstruksi saat ini.
Modal USD 115 Juta untuk Memperbesar Kapasitas
TerraFirma menyatakan telah menghimpun pendanaan USD 115 juta dari Kleiner Perkins, Bain Capital Ventures, dan sejumlah angel investor. Dana itu akan dipakai untuk memperluas tim serta menyiapkan fasilitas operasional di Texas.
Perusahaan yang berbasis di Austin itu berencana merekrut 300 karyawan dalam setahun ke depan. TerraFirma juga menyiapkan pembangunan pabrik di Texas dan pusat kendali misi untuk mendukung operasional jarak jauh.
Ekspansi tersebut menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mengejar perangkat kendali, tetapi juga kapasitas manufaktur dan pengawasan proyek. Model pusat kendali misi menjadi penting bila alat berat kelak dioperasikan dari lokasi yang jauh dari area konstruksi.
Dua Alumni SpaceX di Balik TerraFirma
TerraFirma didirikan oleh Noah Schochet dan Noah McGuinness, yang bertemu sekitar satu dekade lalu pada hari pertama kelas teknik di Universitas Princeton. Keduanya kemudian bekerja di SpaceX sebelum membangun perusahaan konstruksi ini.
| Pendiri | Pengalaman di SpaceX | Peran di TerraFirma |
|---|---|---|
| Noah Schochet | Starlink dan proyek Starship | CEO dan salah satu pendiri |
| Noah McGuinness | Program satelit pemerintah Starshield | Salah satu pendiri |
Latar belakang tersebut memengaruhi cara keduanya melihat ritme pembangunan fasilitas. Saat bekerja di SpaceX, mereka menyaksikan tuntutan untuk membangun dan memperluas infrastruktur dengan cepat, bahkan ketika fasilitas dasar di lokasi belum memadai.
Sekitar separuh tim teknik TerraFirma berasal dari SpaceX, Tesla, atau The Boring Company. Pengalaman dari perusahaan-perusahaan itu menjadi bekal untuk membawa pendekatan otomasi ke sektor konstruksi yang dinilai belum banyak mengadopsinya.
Schochet menilai ada jurang besar antara kemajuan teknologi dan praktik pembangunan di industri konstruksi. “Kami membangun roket seukuran gedung pencakar langit dengan kecepatan satu roket per bulan, dan dari semua proses otomasi manufaktur massal tersebut, tidak ada satupun yang muncul di konstruksi,” kata Schochet.
Jalan dari Bumi Menuju Bulan dan Mars
Menurut laporan inet.detik.com, TerraFirma juga ingin mengikuti tender proyek di Bulan pada masa depan. Langkah itu menempatkannya dalam jaringan perusahaan baru yang lahir dari ekosistem SpaceX dan membidik peluang ekonomi luar angkasa.
Castelion dan Relativity Space termasuk perusahaan yang didirikan alumni SpaceX dan turut mencari peluang di sektor tersebut. Dorongan NASA untuk membangun pangkalan di Bulan ikut memperkuat minat terhadap kebutuhan infrastruktur di luar Bumi.
Dalam jangka panjang, pembangunan di Bulan atau Mars dapat mencakup sel surya, fasilitas industri, hingga data center di luar angkasa. Namun bagi TerraFirma, ambisi antarplanet itu tetap dimulai dari kemampuan mengoperasikan dan membangun proyek secara andal di Bumi.







