CNG Dicoba Untuk Tabung 3 Kg, Tekanan Tinggi Memaksa Skema Baru Dipikirkan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mulai menguji penggunaan compressed natural gas atau CNG untuk dimasukkan ke tabung elpiji 3 kilogram. Skema ini dipandang sebagai upaya mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor gas bumi sekaligus membuka pilihan energi yang lebih efisien untuk rumah tangga.

Namun, tantangan utamanya justru datang dari sisi teknis. Tekanan CNG dinilai terlalu besar untuk kapasitas tabung kecil, sehingga pemerintah masih harus merancang bentuk wadah dan skema pemakaian yang benar-benar aman.

Tekanan tinggi memaksa desain ulang

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan tabung ukuran 3 kilogram masih dalam tahap uji coba karena tekanannya cukup besar. Ia menyebut hasil awal dari riset teknis itu ditargetkan terlihat dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

Secara teknis, tekanan gas CNG berada di kisaran 200 hingga 250 bar. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan tekanan gas elpiji pada umumnya, sehingga aspek keamanan menjadi perhatian utama dalam pengembangan tabung baru.

Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan wadah yang mampu menahan tekanan tinggi setara 2.900 hingga 3.600 psi. Desain ini menjadi syarat penting sebelum CNG bisa diarahkan ke penggunaan rumah tangga secara lebih luas.

Sudah dipakai di sektor komersial

Sebelum menyasar masyarakat umum, CNG lebih dulu digunakan di sejumlah sektor komersial. Pemakaiannya terlihat di industri perhotelan, restoran, dan kebutuhan dapur program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Penggunaan di sektor-sektor tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah untuk memperluas penerapan CNG. Di saat yang sama, bahan baku gas alam yang dipakai juga dinilai melimpah di dalam negeri.

Selama ini, pemanfaatan CNG masih banyak terbatas pada tabung berkapasitas besar. Ukuran yang umum digunakan berada di rentang 10 hingga 30 kilogram, sehingga penyesuaian ke tabung 3 kilogram membutuhkan pendekatan teknis yang berbeda.

Harga lebih murah, tapi skema belum final

Bahlil menilai CNG ukuran 3 kilogram berpeluang menawarkan harga yang lebih ekonomis bagi masyarakat. Ia menyebut ongkosnya bisa lebih murah 30 hingga 40 persen dibandingkan penggunaan elpiji subsidi saat ini.

Meski begitu, pemerintah belum memutuskan mekanisme distribusi dan dukungan finansial untuk program tersebut. Besaran volume dan skema subsidi masih menjadi bagian dari kajian yang belum selesai.

“Semua masih dikaji, termasuk kemungkinan subsidi dan besaran volumenya,” ujar Bahlil.

Rencana ini menunjukkan bahwa pengembangan CNG untuk tabung 3 kilogram tidak hanya bergantung pada teknologi. Pemerintah juga harus menyiapkan model penyaluran, perlindungan bagi masyarakat, serta sistem pendukung agar program bisa berjalan tepat sasaran.

Terkait