CKI Jateng Ingatkan Bahaya Diabetes, Penyuluhan Ini Soroti Gula Darah dan Deteksi Dini

Diabetes melitus masih menjadi ancaman serius di Indonesia, dan persoalan utamanya sering datang tanpa gejala yang mudah disadari. Karena itu, edukasi soal gula darah dan deteksi dini menjadi kunci agar masyarakat tidak terlambat mengetahui risikonya.

Central Kristen Indonesia (CKI) Jawa Tengah merespons kondisi tersebut dengan menggelar penyuluhan kesehatan pada Sabtu sore (13/6/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Sayangi Diri, Kendalikan Gula Darah, Cegah Diabetes Melitus”.

Fokus pada Pencegahan Sehari-hari

Pemateri dalam kegiatan itu, dr. Rahel Amanda Konoralma, MPH, dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), menekankan pentingnya pola makan sehat dan aktivitas fisik yang tepat. Dua hal tersebut disebut sebagai langkah dasar yang dapat membantu mencegah diabetes melitus.

Rahel juga mendorong masyarakat untuk melakukan deteksi dini serta pemeriksaan berkala. Pesan ini penting karena diabetes kerap berkembang diam-diam pada tahap awal, sehingga pemeriksaan rutin bisa membantu menemukan masalah lebih cepat.

Agenda Rutin CKI Jateng

Ketua DPD CKI Jawa Tengah, Pdt. Bambang Mulyono, menjelaskan bahwa CKI telah dibentuk sejak 20 November 2020. Ia menyebut organisasi kemasyarakatan keagamaan ini berfokus pada pelayanan masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi kreatif.

Menurut Bambang, penyuluhan kesehatan menjadi agenda rutin DPD CKI Jawa Tengah yang digelar setiap sebulan sekali. Kegiatan tersebut diarahkan agar masyarakat mendapat edukasi kesehatan yang lebih luas dan berkelanjutan.

Bambang menambahkan bahwa penyuluhan ke depan tidak hanya membahas diabetes. CKI Jateng juga menyiapkan edukasi untuk penyakit lain seperti HIV sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat.

Di tingkat nasional, Kementerian Kesehatan RI menyebut diabetes melitus menempati urutan ke-3 sebagai penyebab kematian tertinggi setelah stroke dan penyakit jantung koroner. Pada level global, penyakit ini juga berada di peringkat ke-6 sebagai penyebab kematian terbesar, sehingga upaya pencegahan di tingkat komunitas menjadi semakin penting.

Source: joglojateng.com

Terkait