Sekitar 70 ribu siswa di Jawa Barat belum tertampung ke SMA negeri dalam pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026. Angka itu muncul dari data terbaru Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang sudah memetakan 444 ribu calon murid.
Temuan tersebut menunjukkan adanya tekanan besar pada daya tampung sekolah negeri di daerah itu. Pemerintah kini dituntut mencari skema agar siswa yang tidak kebagian kursi tetap bisa melanjutkan pendidikan.
Data 444 ribu calon murid, 70 ribu belum terserap
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut data itu berasal dari sistem entry data PCMB. Dari total siswa yang telah terpetakan, sekitar 70 ribu belum dapat diakomodasi di sekolah negeri.
Menurut Dedi, kondisi tersebut memperlihatkan persoalan nyata dalam proses penerimaan murid baru. Pemerintah daerah harus menyiapkan langkah lanjutan agar kebutuhan pendidikan siswa tetap terpenuhi.
Skema sekolah swasta disiapkan
Salah satu opsi yang disiapkan adalah kerja sama dengan sekolah swasta. Siswa yang masuk ke sekolah swasta yang menjalin kerja sama dengan Pemprov Jawa Barat akan mendapat pembiayaan dari pemerintah.
Skema itu disebut berlaku bagi siswa yang masuk pada tahun ajaran 2026-2027. Dengan begitu, siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri tetap memiliki jalan untuk bersekolah tanpa harus kehilangan akses pendidikan.
Dedi minta maaf kepada masyarakat
Di tengah persoalan PCMB itu, Dedi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia secara khusus menyinggung orang tua yang marah karena anak mereka tidak mendapat sekolah negeri.
Dedi menegaskan kemarahan itu bisa dipahami karena lahir dari kegelisahan terhadap masa depan anak. Ia menyebut keinginan orang tua agar anaknya masuk sekolah negeri sebagai hal yang wajar, terutama karena sekolah negeri masih dianggap lebih terjangkau oleh banyak keluarga.
Situasi ini membuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat perlu segera merapikan jalur penampungan siswa menjelang penerimaan murid baru berikutnya. Dengan jumlah calon murid yang sudah terdata mencapai ratusan ribu, ruang solusi di luar sekolah negeri menjadi semakin penting.
Source: www.detik.com






