Honda sedang memberi napas baru pada Civic e:HEV RS lewat fitur yang selama ini paling identik dengan Prelude, yakni S+ Shift. Pembaruan ini membuat hatchback hybrid tersebut terasa lebih emosional, bukan hanya efisien.
Di Jepang, Civic e:HEV RS terbaru dijadwalkan meluncur pada Juni mendatang. Kehadiran fitur itu juga menegaskan arah baru Honda, yaitu membawa sensasi berkendara yang lebih hidup ke lini elektrifikasi tanpa mengubah karakter dasar mobil hybrid.
S+ Shift jadi pembeda utama
S+ Shift dirancang untuk memberi rasa berkendara seperti mobil dengan transmisi delapan percepatan. Padahal, secara teknis, sistem hybrid e:HEV tetap mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utama dengan transmisi satu percepatan.
Pada kecepatan tinggi, mesin bensin masih bisa terhubung untuk membantu penggerak. Sistem ini merupakan pengembangan dari Linear Shift Control yang sebelumnya sudah dipakai pada Civic e:HEV standar.
Honda juga menambahkan paddle shift agar pengemudi mendapat kontrol yang lebih nyata saat fitur ini aktif. Simulasi perpindahan giginya dibuat lebih bertahap dan terasa, sehingga pengalaman berkendara tidak terasa datar.
Pendekatan itu membuat Civic e:HEV RS baru tidak sekadar menawarkan performa hybrid yang halus. Mobil ini juga mencoba menghadirkan interaksi yang lebih dekat dengan pengemudi, terutama bagi mereka yang masih menyukai nuansa perpindahan gigi.
Mesin tetap sama, rasa berkendara yang berubah
Di luar S+ Shift, tidak ada perubahan pada sektor dapur pacu. Civic e:HEV RS tetap memakai sistem hybrid yang sama seperti sebelumnya.
Motor listriknya menghasilkan tenaga 184 PS dan torsi 315 Nm. Sumber energinya berasal dari mesin bensin 2.0 liter empat silinder injeksi langsung yang menghasilkan 141 PS dan torsi 182 Nm.
Saat mesin bensin ikut berkontribusi dalam sistem penggerak, total tenaga sistem mencapai 203 PS. Dengan kata lain, pembaruan kali ini lebih menitikberatkan pada pengalaman berkendara ketimbang peningkatan angka tenaga.
Konfigurasi tersebut identik dengan yang digunakan pada Honda Prelude. Kesamaan ini membuat Civic e:HEV RS terbaru semakin sering disandingkan dengan coupe hybrid tersebut karena keduanya kini berbagi teknologi S+ Shift.
Civic makin dekat ke Prelude
Karena memakai paket sistem hybrid yang sama, jarak karakter antara Civic e:HEV RS dan Prelude kini semakin tipis. Pembeda utama Prelude lebih banyak terletak pada bodi coupe dua pintu.
Selain bentuk bodi, Prelude juga menggunakan suspensi dan sistem pengereman turunan Honda Civic Type R. Faktor itu membuat posisi Prelude tetap berbeda, meski Civic kini mendapat fitur yang sebelumnya menjadi salah satu daya tarik utamanya.
Situasi tersebut juga membuat selisih harga Prelude dibanding Civic standar terasa semakin menonjol. Saat teknologi inti mulai dibagi ke model lain, konsumen akan menilai lebih detail apa yang benar-benar membedakan Prelude dari Civic.
Relevansi untuk pasar regional
Di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Civic e:HEV juga sudah tersedia dalam varian RS. Untuk model hybrid ini, varian RS menjadi satu-satunya pilihan yang dipasarkan.
Ada perbedaan bentuk bodi antar pasar. Di Jepang, Civic yang dimaksud hadir sebagai hatchback, sedangkan pasar Indonesia memakai bodi sedan.
Perbedaan ini penting karena strategi produk Honda kerap disesuaikan dengan kebutuhan tiap negara. Meski begitu, kehadiran S+ Shift di Jepang membuka peluang fitur serupa ikut masuk ke pasar regional.
Apalagi, model C-segment ini disebut akan mendapat penyegaran ringan dalam waktu dekat. Jika arah pengembangannya mengikuti pasar Jepang, S+ Shift berpeluang menjadi salah satu fitur yang paling dinantikan pada Civic e:HEV RS di kawasan ini.
Bagi Honda, langkah itu bisa menjadi cara memberi nilai tambah tanpa harus mengubah paket mesin secara menyeluruh. Bagi konsumen, S+ Shift menawarkan satu hal yang sederhana tetapi penting: sensasi berkendara yang lebih hidup pada mobil hybrid yang selama ini dikenal efisien dan bertenaga.
Source: otodriver.com






