Infinix Hot 70 langsung masuk ke radar pasar Indonesia karena membawa baterai 6.000mAh ke kelas harga yang masih terjangkau. Di tengah padatnya persaingan HP Rp2 jutaan, kombinasi daya tahan baterai, layar 120Hz, dan desain yang lebih berani menjadi daya tarik utama perangkat ini.
Peluncuran resminya pada Mei 2026 menempatkan Hot 70 di segmen entry level hingga kelas menengah. Sasaran utamanya adalah pengguna yang butuh ponsel untuk aktivitas harian padat, mulai dari scrolling media sosial, streaming video, sampai gaming ringan tanpa terlalu sering mencari colokan.
Baterai besar jadi pembeda utama
Kapasitas 6.000mAh menjadi senjata paling kuat dari Infinix Hot 70. Infinix juga menambahkan fast charging 45W agar pengisian daya tidak memakan waktu terlalu lama.
Ada pula reverse charging 10W yang memungkinkan ponsel ini dipakai mengisi daya perangkat lain. Fitur tersebut memberi fleksibilitas tambahan saat pengguna sedang beraktivitas di luar rumah dan membawa banyak perangkat.
Layar 120Hz untuk penggunaan yang lebih mulus
Di bagian depan, Infinix Hot 70 memakai panel LCD 6,78 inci dengan refresh rate 120Hz. Layar seperti ini membuat animasi, guliran layar, dan transisi terasa lebih halus dibanding panel 60Hz biasa.
Perangkat ini juga mendukung touch sampling rate 240Hz. Respons sentuhan yang lebih cepat akan terasa berguna saat bermain game atau saat menggulir layar dengan cepat.
Performa disesuaikan untuk kebutuhan harian
Di sektor dapur pacu, Infinix menggunakan chipset MediaTek Helio G100 Ultimate berbasis fabrikasi 6nm. Chipset ini dipadukan dengan RAM hingga 8GB dan penyimpanan internal sampai 256GB.
Meski bukan chipset kelas atas, kombinasi tersebut dinilai cukup untuk multitasking harian, media sosial, dan game populer dengan pengaturan menengah. Pendekatan ini selaras dengan posisinya sebagai ponsel yang menekankan keseimbangan fitur dan harga.
Desain lebih berani untuk pengguna muda
Infinix juga membawa identitas baru lewat Dynamic Shine Design. Konsep ini menghadirkan hingga 12 variasi warna dan tekstur bodi yang ditujukan untuk pengguna muda.
Salah satu yang paling menarik adalah varian Thermo Orange yang bisa berubah warna mengikuti suhu perangkat. Saat suhu dingin, bodi tampak lebih gelap, lalu berubah menjadi oranye terang ketika suhu meningkat.
Secara fisik, bodinya dibuat cukup tipis dengan ketebalan sekitar 7,49mm dan bobot sekitar 195 gram. Infinix juga menambahkan Baby Smooth Coating agar permukaan bodi tidak mudah dipenuhi sidik jari.
Kamera, software, dan fitur pendukung
Untuk kebutuhan foto, Infinix Hot 70 dibekali kamera utama 50MP dan kamera depan 8MP. Kamera depan itu sudah dilengkapi dual LED flash untuk membantu selfie saat cahaya minim.
Di sisi perangkat lunak, ponsel ini menjalankan Android 16 dengan antarmuka XOS 16. Infinix juga menjanjikan hingga tiga pembaruan Android dan lima tahun patch keamanan, sesuatu yang cukup menarik untuk perangkat di kelas harga terjangkau.
Selain itu, Hot 70 membawa sertifikasi IP65 untuk perlindungan dari debu dan cipratan air ringan. Fitur lain yang ikut hadir mencakup speaker stereo DTS, sensor fingerprint samping, NFC di beberapa varian, WiFi 6, dan infrared blaster.
Harga dan posisi di pasar
Untuk harga, varian dasar Infinix Hot 70 dibanderol mulai sekitar Rp2,1 juta. Sementara varian tertinggi dengan RAM dan storage lebih besar dijual di kisaran Rp3,3 juta.
Di pasar smartphone entry level sepanjang 2026, fitur seperti layar 120Hz, baterai jumbo, dan fast charging makin sering turun ke segmen murah. Kondisi itu membuat persaingan merek seperti Infinix, Redmi, Tecno, dan Realme di kelas harga Rp2 jutaan semakin ketat.







