Kepanikan melanda Stadion Odense saat Christian Eriksen tiba-tiba kolaps ketika Denmark menghadapi Ukraina dalam laga persahabatan internasional. Pertandingan segera dihentikan pada menit ke-65, lalu dibatalkan demi keselamatan pemain setelah situasi di lapangan dinilai serius.
Eriksen jatuh tanpa kontak dengan pemain lawan dan sempat diduga memegang bagian dada sebelum kehilangan kesadaran. Insiden itu langsung memicu respons darurat dari tim medis, ofisial, dan para pemain dari kedua tim yang berada di lapangan.
Respons cepat yang menyelamatkan situasi
Tim medis bergerak cepat untuk memberi pertolongan saat Eriksen tergeletak di lapangan. Staf pelatih, ofisial tim, dan keluarga yang hadir di stadion juga tampak mendekat ke area kejadian.
Penanganan yang sigap membuat kondisi Eriksen membaik. Ia kembali sadar setelah mendapat perawatan intensif di lapangan, lalu berdiri dan berjalan keluar dengan tepuk tangan panjang dari penonton.
Kondisi Eriksen dinyatakan stabil
Asosiasi Sepak Bola Denmark atau DBU kemudian memastikan Eriksen dalam keadaan stabil. Dokter tim nasional Denmark, Morten Boesen, menyebut sang gelandang menjalani pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui penyebab pasti insiden itu.
“Christian Eriksen dalam keadaan baik dan bisa berjalan sendiri keluar lapangan ini,” ujar Boesen dikutip dari Antara. Ia juga menyampaikan bahwa Eriksen meminta salam untuk para pemain dan mengatakan dirinya baik-baik saja.
Pelatih Denmark, Brian Riemer, mengatakan peristiwa itu mengguncang semua pihak di stadion. Menurut dia, kabar bahwa kondisi Eriksen stabil menjadi hal paling penting di tengah suasana yang panik.
Bayang-bayang insiden Euro 2021
Kolapsnya Eriksen kembali mengingatkan publik pada insiden dramatis yang pernah dialaminya di Euro 2021. Saat membela Denmark, ia pernah mengalami henti jantung dan mendapat tindakan penyelamatan nyawa di lapangan sebelum kemudian dipasangi alat pacu jantung.
Setelah sempat pulih dan kembali bermain di level tertinggi sepak bola Eropa, Eriksen lagi-lagi menjadi pusat perhatian karena insiden terbaru ini. Kondisinya kini masih dipantau melalui pemeriksaan medis lanjutan untuk menentukan penyebab pasti kolaps saat melawan Ukraina.
Peristiwa di Odense itu juga menegaskan betapa cepat situasi darurat bisa berubah di lapangan. Dalam hitungan menit, fokus pertandingan bergeser penuh ke keselamatan seorang pemain yang sempat tidak sadarkan diri di tengah laga.
Source: www.beritasatu.com






