Persija Ikat Shin Tae-yong Tiga Tahun, Sinyal Serius Menuju Puncak Liga

Persija Jakarta resmi membuka babak baru dengan menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala. Pelatih asal Korea Selatan itu langsung dikontrak selama tiga tahun, sebuah langkah yang menunjukkan ambisi besar Macan Kemayoran untuk kembali ke jalur juara.

Kehadiran Shin tidak hanya dipandang sebagai pergantian pelatih biasa. Persija ingin bergerak cepat setelah terakhir kali menjuarai Liga Indonesia pada 2018, lalu membangun lagi level tim agar lebih kompetitif di persaingan domestik.

Target besar dari ruang ganti sampai manajemen

Shin datang menggantikan Mauricio Souza yang hengkang setelah musim lalu berakhir. Presiden Persija, Mohammad Prapanca, hadir dalam perkenalan resmi di Jakarta International Stadium bersama penerjemah Jeong Seok-seo.

Prapanca menegaskan bahwa kontrak tiga tahun ini bukan proyek instan. Persija ingin memaksimalkan periode tersebut untuk mempercepat perkembangan pemain muda dan membangun fondasi tim yang lebih kuat.

Shin juga langsung memberi gambaran soal standar kerja yang ia bawa. Ia menempatkan prinsip, disiplin, dan fokus sebagai syarat utama yang harus dijaga oleh seluruh pemain.

“Saya percaya pada prinsip dan disiplin. Itulah standar pertama yang selalu saya tanamkan,” kata Shin Tae-yong melalui unggahan video resmi klub. Ia juga menegaskan komitmennya untuk memimpin hingga detik terakhir demi kemenangan.

Gaya main lebih agresif

Di Persija, Shin menyiapkan pendekatan yang berbeda dari saat menangani tim nasional. Ia menegaskan bahwa tim barunya akan diarahkan ke sepak bola menyerang, bukan bertahan.

Untuk mewujudkan itu, Shin akan berdiskusi intensif dengan manajemen mengenai komposisi skuad. Pembahasan itu terutama menyangkut pemain asing yang akan dibawa untuk memperkuat tim musim ini.

“Di liga kita akan diskusi dulu dengan Prapanca dan orang-orang di Persija untuk membawa pemain-pemain asing dan setelah itu kita pasti akan melakukan permainan lebih baik, cepat, agresif menyerang,” ujar Shin Tae-yong. Ia ingin Persija tampil lebih berani dan efektif saat menghadapi kompetisi domestik.

Sikap itu sejalan dengan harapan manajemen yang ingin tim naik kelas dalam waktu relatif singkat. Dengan kontrak tiga tahun, Persija memberi ruang bagi pelatih dan klub untuk menyusun proses yang lebih terstruktur.

Perhatian besar pada pemain muda

Selain taktik dan hasil, Shin juga menaruh fokus pada pengembangan talenta muda. Ia menilai pemain muda selalu layak dipercaya karena punya potensi besar untuk mendorong kemajuan sepakbola Jakarta dan Indonesia.

Prapanca menyampaikan hal yang sama dalam sesi perkenalan itu. Menurut dia, Shin akan membantu perkembangan infrastruktur pemain muda dan menjadi bagian dari akselerasi pembinaan selama tiga tahun ke depan.

Arah ini menjadi penting karena Persija tidak hanya mengejar hasil jangka pendek. Klub juga ingin membangun dasar yang lebih kokoh agar performa tim tetap terjaga di musim-musim berikutnya.

Pesan untuk Persija dan Jakmania

Di luar urusan strategi, Shin menyoroti pentingnya suasana tim yang sehat. Ia mengaku tegas, tetapi tetap percaya sepakbola membutuhkan tawa dan rasa kekeluargaan agar tim menjadi lebih kuat.

Pelatih berusia 57 tahun itu juga mengirim pesan terbuka kepada klub dan pendukung Persija. Ia mengajak semua pihak bergerak bersama agar Jakarta kembali berjaya.

“Saya Shin Tae-yong, pelatih baru Persija Jakarta. Mari kita melangkah bersama dan membuat kota ini kembali berjaya bersama-sama,” ucapnya. Pesan itu menjadi penanda bahwa Persija ingin memulai era baru dengan target yang jelas, fondasi yang lebih rapi, dan harapan besar untuk kembali ke puncak Liga Indonesia.

Terkait