Penerima BPNT tahap 2 untuk periode April, Mei, dan Juni 2026 kini bisa memeriksa status bantuan secara online. Cara ini membantu keluarga penerima manfaat mengetahui apakah Bantuan Pangan Non Tunai senilai Rp 600.000 sudah tersalurkan atau belum.
Pengecekan juga penting untuk memastikan data kepesertaan tetap sesuai sebelum bantuan masuk ke tahap penyaluran. Pemeriksaan bisa dilakukan lewat situs resmi Kementerian Sosial atau aplikasi Cek Bansos dengan menggunakan data identitas yang valid.
Cek lewat situs resmi Kemensos
Jalur paling langsung adalah membuka laman cekbansos.kemensos.go.id. Setelah halaman terbuka, pengguna perlu mengisi wilayah domisili secara lengkap, mulai dari provinsi, kabupaten, kecamatan, hingga desa atau kelurahan.
Langkah berikutnya adalah mengetik nama lengkap penerima manfaat sesuai KTP. Pengguna juga harus memasukkan kode captcha yang terdiri dari 8 digit huruf sebelum menekan tombol “Cari Data”.
Jika data yang diisi benar, sistem akan menampilkan hasil pencarian beserta status penerima manfaat. Informasi yang muncul mencakup alamat penerima, periode bansos, dan identitas penerima.
Lewat aplikasi Cek Bansos di Android
Selain website, pengecekan juga tersedia melalui aplikasi Cek Bansos di Google Play Store untuk perangkat Android. Aplikasi ini mensyaratkan pengguna memiliki akun terlebih dahulu sebelum masuk ke menu pengecekan data.
Bagi yang belum punya akun, pilih menu “Buat Akun Baru” lalu isi data yang diminta. Data itu meliputi username, password, nomor KK, NIK, data sesuai KTP, swafoto dengan KTP, dan foto KTP.
Setelah data dikirim, pengguna perlu menunggu proses verifikasi dan aktivasi akun. Jika akun sudah aktif, login menggunakan username dan password yang telah dibuat, lalu pilih menu “Cek Bansos”.
Di halaman awal aplikasi, pengguna bisa mengisi data sesuai KTP dan menekan “Cari Data”. Sistem kemudian akan menampilkan data penerima manfaat dan status bantuan yang sedang dicek.
Data yang perlu disiapkan agar pencarian lancar
Kelengkapan data menjadi kunci agar proses pencarian berjalan lancar. Nama, NIK, nomor KK, dan wilayah domisili harus diisi sesuai dokumen resmi agar hasil pencarian tidak meleset.
Captcha juga perlu diperhatikan karena menjadi bagian dari verifikasi keamanan pada situs resmi. Jika kode tidak sesuai, sistem tidak akan memproses pencarian data penerima.
Pengecekan online memberi akses cepat bagi masyarakat untuk memantau status BPNT tahap 2 tanpa harus datang langsung ke layanan tatap muka. Selama data yang dimasukkan benar, informasi penerima manfaat dan status penyaluran bisa diketahui melalui dua jalur resmi tersebut.







