BTN Kejar Paylater Tahun Ini, Bale by BTN Disiapkan Jadi Pintu Utama

Author: Cung Media

BTN masih mengejar peluncuran layanan paylater pada tahun ini, dan fitur itu akan langsung masuk ke Bale by BTN. Skema ini membuat aplikasi digital andalan BTN bukan hanya jadi kanal transaksi, tetapi juga pusat layanan baru yang sedang disiapkan perseroan.

Target tersebut disampaikan di tengah proses yang masih berjalan paralel, mulai dari teknologi, perizinan, model bisnis, kepatuhan, hingga tata kelola. BTN tampaknya ingin memastikan layanan buy now pay later itu tidak hanya siap dipakai, tetapi juga sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Persiapan dilakukan serentak

Direktur Information Technology BTN Tan Jacky Chen mengatakan pengembangan paylater dijalankan bertahap dengan pola paralel. Ia menyebut seluruh komponen dikerjakan bersamaan agar target peluncuran bisa tercapai pada tahun ini.

“Jadi secara sistem, secara bertahap, kami melakukan parallel untuk pengembangan dari sistem paylater itu sendiri,” ujarnya saat ditemui di Menara Radius Prawiro, Jakarta, Selasa (14/7/2024).

Jacky juga menegaskan bahwa BTN masih mengupayakan penyelesaian berbagai komponen sebelum layanan itu dibuka untuk nasabah. Dengan begitu, tanggal rilisnya tetap bergantung pada kesiapan teknis dan nonteknis yang sedang dikejar bersamaan.

Limit tidak dibuat seragam

BTN belum mengungkap besaran plafon pembiayaan untuk paylater tersebut. Menurut Jacky, limit akan menyesuaikan profil, segmen, dan kelayakan masing-masing nasabah.

“Kalau plafonnya nanti coba kita lihat karena setiap profil dan setiap segmen kan berbeda. Dan use case-nya pun nanti kita akan sesuaikan dengan profil dan segmen yang nanti kita anggap sebagai eligible menerima paylater atau yang akan mengajukan,” jelasnya.

Pendekatan ini menunjukkan BTN tidak ingin memakai satu skema untuk semua pengguna. Setiap pengajuan nantinya akan dipetakan berdasarkan kecocokan segmen dan kebutuhan pemakaian.

Bale by BTN tetap jadi pusatnya

Fitur paylater itu akan terhubung dengan Bale by BTN yang diposisikan sebagai super apps utama perseroan. Artinya, layanan baru ini tidak akan berdiri sendiri, melainkan melekat pada platform digital yang sudah disiapkan BTN untuk tumbuh.

“Bale tetap berjalan. Bale seperti sekarang juga tetap berjalan. Karena Bale kan sebagai produk champion kita, kita akan memperkuat di situ, itu sebagai super apps kami,” kata Jacky.

Integrasi itu penting karena BTN ingin memusatkan pengalaman digital nasabah dalam satu aplikasi. Bale by BTN dipertahankan sebagai pintu utama, sementara paylater menjadi tambahan layanan yang memperkaya ekosistem di dalamnya.

Aspek Keterangan
Status peluncuran Ditargetkan pada tahun ini
Integrasi layanan Bale by BTN
Penyesuaian limit Berdasarkan profil, segmen, dan kelayakan nasabah
Tahap persiapan Teknologi, perizinan, model bisnis, kepatuhan, dan tata kelola

Rencana yang sudah lama diproses

Rencana BTN meluncurkan produk BNPL sebenarnya sudah terdengar sejak 2024. Saat itu, perseroan masih memproses perizinan di Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia.

Berdasarkan catatan money.kompas.com, izin dari dua regulator itu sempat diperkirakan keluar pada Maret 2024 sehingga layanan paylater BTN bisa meluncur paling lambat April 2024. Namun hingga kini, layanan tersebut belum juga dirilis.

Direktur Utama BTN Nixon sebelumnya mengatakan layanan ini dirancang agar biaya yang ditawarkan lebih murah dibandingkan banyak produk serupa di pasaran. Dalam konferensi pers Paparan Kinerja BTN per 31 Desember 2023, Senin (12/2/2024), ia menyebut, “Ini adalah upaya untuk memberikan layanan kepada nasabah kami dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan paylater yang diterbitkan oleh lembaga lain.”

Nixon juga menjelaskan bahwa paylater BTN akan berkaitan dengan KPR BTN. Skemanya berbeda dari kebanyakan paylater karena layanan itu tidak ditawarkan lewat aplikasi umum, melainkan kepada nasabah KPR BTN yang sudah ada.

Dalam skema yang pernah dijelaskan, BTN menargetkan pencairan bisa berlangsung satu sampai dua hari setelah approve. Dana akan langsung dikreditkan ke rekening paylater dengan model yang disebut mirip credit card online.

Source: money.kompas.com
Terbaru