Kasus penyerangan saat operasi narkoba di Katingan kini menjadi perhatian serius aparat. Bripda Nopandri Ramadhana, anggota Satresnarkoba Polres Katingan, ditemukan gugur setelah sempat dilaporkan hilang saat penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menegaskan pencarian terhadap pelaku penyerangan masih terus dilakukan. Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum dan menegaskan bahwa Bripda Nopandri gugur saat menjalankan tugas penegakan hukum terhadap jaringan peredaran narkoba.
Pengejaran pelaku belum dihentikan
Bareskrim menyebut proses hukum tidak akan berhenti sebelum seluruh pihak yang bertanggung jawab diamankan. Tim gabungan masih menyisir informasi di lapangan untuk melacak para pelaku yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap aparat yang sedang bertugas.
Koordinasi juga dilakukan dengan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan untuk mempercepat penyelidikan. Aparat turut meminta bantuan masyarakat yang mengetahui keberadaan para pelaku agar segera menyampaikan informasi kepada kepolisian.
Operasi yang berubah menjadi kekacauan
Peristiwa ini bermula pada Rabu dini hari, 1 Juli 2026, saat Satresnarkoba Polres Katingan menggelar operasi setelah menerima informasi dari warga mengenai dugaan peredaran sabu di wilayah tersebut. Target operasi berinisial BIO, yang disebut sebagai residivis kasus narkotika, berhasil diamankan dalam penindakan awal.
Situasi kemudian berubah ketika sejumlah orang di lokasi bersama warga sekitar melakukan perlawanan terhadap petugas. Menurut laporan kepolisian, para pelaku menyerang dengan parang, lalu massa bertambah dan serangan meluas dengan penggunaan senjata tajam serta senjata api rakitan.
| Korban dan Kondisi | Keterangan |
|---|---|
| Aipda Yudhie | Ditemukan meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam |
| Bripda Nopandri Ramadhana | Sempat dilaporkan hilang, lalu ditemukan gugur |
| Aiptu Sumaryanto | Sempat dinyatakan hilang setelah terpisah dari rombongan |
Personel sempat menyelamatkan diri
Dalam kondisi yang makin tidak terkendali, sejumlah personel memilih menyelamatkan diri dan meminta bantuan tambahan. Beberapa anggota bahkan harus berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari serangan.
Insiden ini menelan korban jiwa dari pihak kepolisian dan menyisakan pengejaran yang masih berlangsung hingga kini. Polri menegaskan proses hukum akan dijalankan sampai tuntas sebagai bentuk tanggung jawab atas gugurnya anggota saat bertugas.
