BRI memilih tidak buru-buru menanggapi wacana buyback saham yang mencuat usai pertemuan pimpinan DPR dengan jajaran Himbara. Bank pelat merah itu menegaskan akan menelaahnya secara cermat, sambil memastikan setiap langkah tetap mengikuti ketentuan regulator.
Di tengah perhatian pasar terhadap saham-saham perbankan milik negara, sikap hati-hati itu menjadi pesan utama dari BRI. Perseroan menempatkan kepercayaan pasar sebagai hal penting, tetapi tidak ingin membangun sentimen hanya lewat aksi korporasi sesaat.
Fokus BRI tetap pada fundamental
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menekankan bahwa fondasi kepercayaan investor ada pada kinerja yang konsisten. Ia menyebut kualitas aset, permodalan, dan likuiditas yang kuat sebagai penopang utama kepercayaan pasar terhadap bank.
BRI juga masih memusatkan perhatian pada penciptaan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham. Dalam pandangan Hery, penguatan fundamental dan manfaat berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan tetap menjadi prioritas perusahaan.
Respons atas sorotan ke saham BUMN
Wacana buyback muncul setelah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bertemu dengan para pimpinan Himpunan Bank Milik Negara pada Selasa, 9 Juni kemarin. Pertemuan itu membuat saham-saham perbankan pelat merah kembali jadi sorotan pasar.
Hery menilai meningkatnya perhatian publik terhadap saham BUMN mencerminkan keyakinan terhadap prospek jangka panjang sektor tersebut. Ia juga menilai industri perbankan nasional masih menunjukkan fundamental yang solid meski pasar bergerak di tengah dinamika ekonomi global.
Data OJK masih menunjukkan ketahanan industri
BRI turut mengacu pada data Otoritas Jasa Keuangan yang menunjukkan industri perbankan masih terjaga. Hingga April 2026, kredit perbankan tumbuh 9,98 persen secara tahunan dan dana pihak ketiga naik 11,40 persen secara tahunan.
Menurut Hery, angka itu menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan masih kuat. Ia juga menilai pertumbuhan tersebut memperlihatkan fungsi intermediasi yang tetap berjalan efektif di tengah perubahan ekonomi.
Buyback belum jadi langkah otomatis
BRI memandang penguatan kepercayaan investor sebagai hasil dari kinerja industri yang resilien. Saham-saham perbankan nasional, menurut Hery, masih ditopang oleh pertumbuhan kredit yang positif, kualitas aset yang terjaga, serta likuiditas dan permodalan yang kuat.
Hery yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional atau Perbanas menegaskan bahwa fundamental perbankan nasional sampai saat ini tetap kokoh. Karena itu, setiap wacana buyback perlu dibaca sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan pasar sekaligus mempertahankan daya tahan bisnis bank ke depan.
