Absennya sejumlah pemain yang berkarier di Eropa tidak membuat kekuatan Indonesia dipandang menurun drastis menjelang Piala AFF 2026. Media Vietnam, Tuoi Tre, bahkan menempatkan Skuad Garuda sebagai rival terbesar Vietnam di Grup A.
Penilaian itu muncul saat Indonesia masih menjalani pemusatan latihan di Bali dan belum menetapkan skuad final. Pelatih John Herdman masih memiliki waktu untuk mematangkan pilihan pemain sebelum turnamen dimulai.
Komposisi Berubah, Daya Saing Tetap Ada
Indonesia tidak memasukkan sejumlah nama penting yang bermain di Eropa dalam skuad sementara. Jay Idzes, Calvin Verdonk, Ole Romeny, Joey Pelupessy, dan Emil Audero termasuk pemain yang belum berada dalam daftar tersebut.
Kondisi ini membuat persiapan tim lebih banyak mengandalkan pesepak bola yang tampil di Super League. Meski demikian, masih ada sejumlah pemain naturalisasi berpengalaman yang dinilai mampu menjaga kualitas tim di berbagai lini.
| Kategori | Pemain |
|---|---|
| Tidak masuk skuad sementara | Jay Idzes, Calvin Verdonk, Ole Romeny, Joey Pelupessy, Emil Audero |
| Nama yang masih disorot | Sandy Walsh, Jordi Amat, Justin Hubner, Shayne Pattynama, Ivar Jenner, Ragnar Oratmagoen, Rafael Struick |
Tuoi Tre menilai Indonesia memang tidak dapat memainkan seluruh pemain naturalisasi yang sedang berkiprah di Eropa. Namun, keberadaan pemain naturalisasi lain yang tersedia di kompetisi domestik disebut membuat kekuatan Garuda tetap patut diperhitungkan.
“Indonesia, rival terbesar Vietnam di grup ini, tidak dapat menurunkan semua pemain naturalisasinya yang saat ini bermain di Eropa,” tulis Tuoi Tre. Media tersebut tetap menyoroti kedalaman pilihan pemain Indonesia sebagai modal menghadapi persaingan grup.
Pengalaman di Setiap Lini
Di sektor pertahanan, Sandy Walsh, Jordi Amat, Justin Hubner, dan Shayne Pattynama menjadi nama yang diperhatikan media Vietnam tersebut. Kehadiran mereka memberi Indonesia pilihan pemain berpengalaman meski beberapa nama Eropa tidak dipanggil.
Ivar Jenner disebut sebagai salah satu opsi di lini tengah. Sementara itu, Ragnar Oratmagoen dan Rafael Struick masuk dalam deretan pemain depan yang dipandang dapat membantu menjaga daya saing Indonesia.
Komposisi sementara ini menunjukkan Herdman tidak sepenuhnya kehilangan pilihan pemain dengan latar pengalaman internasional. Fokus tim kini tertuju pada penyatuan pemain yang tersedia selama agenda latihan berlangsung di Bali.
Pemusatan latihan dijadwalkan berjalan hingga 24 Juli 2026. Setelah itu, keputusan mengenai daftar final akan menentukan susunan yang dibawa Indonesia untuk menjalani pertandingan di Grup A.
Vietnam Menjadi Ujian Utama di Grup A
Indonesia berada di Grup A bersama Kamboja, Timor Leste, Vietnam, dan Singapura. Dua tim terbaik dari grup ini akan berhak melanjutkan perjalanan ke semifinal.
Vietnam menjadi lawan yang paling mendapat perhatian karena dinilai sebagai pesaing langsung Indonesia. Sebaliknya, penilaian Tuoi Tre terhadap Garuda memperlihatkan bahwa absennya beberapa pemain Eropa belum mengubah status Indonesia sebagai ancaman di grup.
Laga pertama Indonesia dijadwalkan menghadapi Kamboja pada 27 Juli 2026. Pertandingan pembuka itu akan berlangsung di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Pertemuan dengan Kamboja akan menjadi kesempatan awal bagi Indonesia untuk memperlihatkan hasil persiapan skuad yang didominasi pemain dari kompetisi domestik. Sesudahnya, Garuda masih harus menghadapi Timor Leste, Vietnam, dan Singapura dalam persaingan menuju semifinal.
Source: sport.detik.com






