Bonucci Dorong Guardiola Tangani Italia, Panggilan Perombakan Total Usai Tiga Gagal Piala Dunia

Author: Cung Media

Leonardo Bonucci mendorong Federasi Sepak Bola Italia untuk membuka kemungkinan menunjuk Pep Guardiola sebagai pelatih tim nasional. Dorongan itu muncul setelah Italia kembali berada dalam sorotan besar usai gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Bonucci menyampaikan pandangannya di ajang Laureus World Sports Awards di Madrid. Mantan kapten Juventus itu menilai Italia tidak cukup hanya melakukan perubahan kecil, karena masalah yang dihadapi Gli Azzurri sudah menyentuh banyak aspek mendasar.

Tekanan besar setelah tiga kegagalan beruntun

Italia kini menghadapi evaluasi menyeluruh setelah absen pada Piala Dunia 2018, 2022, dan 2026. Rangkaian kegagalan itu memicu pertanyaan besar soal arah pembinaan, identitas permainan, dan efektivitas sistem yang berjalan selama ini.

Sorotan tidak berhenti pada bangku pelatih. Banyak pihak juga melihat perlunya pembenahan pada fondasi sepak bola Italia, termasuk pengembangan pemain muda dan gaya bermain yang lebih sesuai dengan tuntutan sepak bola modern.

Bonucci menilai masalah tersebut tidak bisa diselesaikan dengan langkah setengah hati. Ia melihat perlu ada perombakan yang menyentuh struktur permainan secara lebih luas, dari lini belakang sampai lini depan.

Sebagai pemain yang mencatat 121 penampilan bersama timnas, Bonucci punya bobot kuat ketika berbicara soal kondisi sepak bola negaranya. Pengalaman panjang itu membuat suaranya terdengar sebagai bagian dari evaluasi internal, bukan sekadar komentar dari luar.

Guardiola dianggap membawa arah baru

Dalam pandangan Bonucci, Pep Guardiola adalah sosok yang bisa memicu reformasi taktis di timnas Italia. Ia menilai filosofi permainan Guardiola dapat membantu Italia membangun gaya yang lebih modern dan lebih kompetitif.

“Jika boleh berharap, saya akan mau Italia dilatih Pep Guardiola,” kata Bonucci, seperti dikutip dari Marca. Ia kemudian menambahkan bahwa kehadiran Guardiola akan membawa dampak besar pada struktur permainan tim nasional.

Bonucci juga mengakui bahwa mendatangkan Guardiola bukan perkara mudah. Namun, menurut dia, sebuah mimpi tetap layak disuarakan jika tujuannya adalah membangun ulang tim nasional secara serius.

“Saya tahu itu akan sangat sulit. Tapi yang namanya mimpi, boleh-boleh saja bukan?” ujarnya.

Pembenahan harus dimulai dari akar

Bonucci menegaskan bahwa Italia tidak cukup hanya mengganti pelatih. Ia menilai pembenahan harus dimulai dari dasar, terutama pada sektor pertahanan yang selama ini menjadi ciri khas sepak bola Italia.

“Yang terpenting adalah membangun kembali sepak bola Italia dari nol, dimulai dari lini pertahanan,” kata Bonucci seperti dikutip Foot Mercato.

Ia juga menyoroti banyaknya pemain muda berbakat yang tersedia di Italia. Menurutnya, para pemain itu membutuhkan waktu, pengalaman, dan pembinaan yang tepat agar bisa naik ke level internasional.

“Ada banyak pemain muda berbakat; kita harus memberi mereka waktu untuk berkembang dan maju,” katanya.

Bonucci lalu menekankan bahwa jika FIGC benar-benar menginginkan perubahan radikal, Guardiola adalah figur yang paling cocok. Ia menyebut waktu sebagai faktor penting dalam proses membangun ulang kualitas tim secara menyeluruh.

“Waktu adalah satu-satunya solusi ajaib, dan jika perubahan radikal diinginkan, Pep adalah orang yang tepat untuk tugas ini. Ini sulit, tapi bermimpi itu gratis,” ujarnya.

Bonucci masih terhubung dengan FIGC

Komentar Bonucci soal masa depan timnas datang dari posisinya yang masih dekat dengan struktur teknis FIGC. Ia mengonfirmasi bahwa dirinya tetap membantu pemantauan pemain muda, meski staf kepelatihan sebelumnya sudah mengundurkan diri.

“Saya diminta tetap bertahan untuk menghubungkan bagian pemantauan pemain muda yang bisa dipanggil untuk pertandingan Juni,” kata Bonucci.

Kondisi itu membuat pandangannya terasa relevan karena ia masih terlibat langsung dalam proses evaluasi dan pengembangan pemain. Di saat yang sama, masa depan kursi pelatih timnas Italia juga masih berada dalam fase transisi.

Guardiola sendiri pernah menyatakan akan berhenti sejenak dari dunia kepelatihan setelah masa baktinya di Manchester City berakhir pada 2027 atau lebih awal pada musim panas 2026. Ia juga sempat mengatakan ingin beristirahat setelah kontraknya selesai, meski belum memastikan apakah itu berarti pensiun.

Sementara itu, FIGC masih bersiap menghadapi periode penting. Pemilihan Presiden FIGC baru dijadwalkan pada 22 Juni 2026, sedangkan Silvio Baldini akan menangani laga persahabatan tim U21 melawan Yunani dan Luksemburg pada awal Juni mendatang.

Terbaru