Beruang Madu Masuk Permukiman Pelalawan, BBKSDA Riau Langsung Turunkan Kandang Jebak

Author: Cung Media

Kemunculan beruang madu di Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, langsung ditangani BBKSDA Riau setelah ada laporan dari lurah setempat. Satwa dilindungi itu terlihat di sekitar permukiman warga dan memicu langkah cepat untuk mencegah konflik dengan manusia.

Penanganan dilakukan dengan memasang kandang jebak oleh Tim Resor KSDA Kerumutan Tengah pada 30 Mei 2026. Dari pemantauan di lapangan pada 19 Juni 2026, beruang madu tersebut akhirnya masuk ke perangkap yang sudah disiapkan petugas.

Satwa Dipastikan Masih Liar

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan beruang madu itu tidak mengalami luka maupun cacat pada tubuhnya. Satwa tersebut juga masih aktif, agresif, dan menunjukkan sifat liar yang kuat.

Berdasarkan kondisi itu, petugas memutuskan melepasliarkannya ke habitat yang jauh dari permukiman. Langkah ini diambil agar beruang madu bisa kembali ke ruang hidup alaminya tanpa menimbulkan ancaman bagi warga.

Evakuasi Melibatkan Warga dan Aparat

Proses evakuasi dilakukan bersama masyarakat, pihak kelurahan, dan Bhabinkamtibmas. Keterlibatan unsur lokal dipandang penting agar penanganan berjalan aman dan terkoordinasi di lapangan.

BBKSDA Riau juga mengimbau warga agar tidak mengambil tindakan yang bisa membahayakan diri sendiri maupun satwa. Jika beruang madu kembali terlihat di sekitar permukiman, masyarakat diminta segera melapor kepada petugas.

Mitigasi untuk Cegah Konflik Satwa dan Manusia

Kasus ini kembali menunjukkan pentingnya mitigasi terpadu untuk menekan potensi konflik antara manusia dan satwa liar. Pendekatan semacam ini juga dibutuhkan untuk menjaga kelestarian beruang madu sebagai salah satu satwa yang dilindungi.

BBKSDA Riau berharap warga tetap waspada saat beraktivitas di area yang berdekatan dengan habitat satwa liar. Di saat yang sama, perlindungan ruang hidup warga dan upaya konservasi satwa dilindungi perlu berjalan beriringan agar kejadian serupa dapat ditangani lebih cepat dan lebih aman.

Source: mediaindonesia.com
Terbaru