Pendaftaran Beasiswa Santri Jawa Tengah 2026 masih terbuka sampai Juli 2026, dan minat pendaftar sudah terlihat tinggi. Hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 825 santri sudah mendaftar untuk kuliah di dalam maupun luar negeri.
Program ini menjadi salah satu jalur pendidikan yang paling dinanti santri Jawa Tengah karena cakupannya luas. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren menyiapkan skema bantuan dari jenjang vokasi sampai doktoral, termasuk bagi santri dan pengasuh pesantren.
Minat pendaftar terus tumbuh
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan data pendaftar itu saat menghadiri Muwaadaah Pengukuhan dan Pelepasan Peserta Didik Kelas IX dan XII MTs MA Nahdlatul Muslimin di Undaan Kidul, Kabupaten Kudus. Ia berharap para penerima beasiswa bisa menempuh pendidikan dengan baik dan membawa pulang ilmu untuk memperkuat keilmuan di pondok pesantren.
Jumlah pendaftar yang sudah mencapai ratusan menunjukkan antusiasme yang besar terhadap program ini. Dengan skema yang menyentuh jenjang pendidikan tinggi hingga doktoral, beasiswa tersebut membuka peluang lebih luas bagi santri untuk melanjutkan studi tanpa terbebani biaya besar.
Jadwal pendaftaran dibagi dua jalur
Beasiswa Santri Jawa Tengah 2026 dibuka melalui dua jalur utama, yakni dalam negeri dan luar negeri. Untuk beasiswa santri vokasi dan S1 dalam negeri, pendaftaran dibuka pada 18 Februari hingga 10 Juli 2026.
Seleksi jalur dalam negeri dijadwalkan berlangsung pada 13 Juli sampai 1 Agustus 2026. Hasil seleksinya akan diumumkan pada 3 Agustus 2026.
Untuk program luar negeri, masa pendaftaran lebih singkat, yaitu 18 Februari hingga 13 Juni 2026. Kategori ini mencakup S1 luar negeri, double degree, serta S1 keislaman di Al-Azhar University, Al Ahqof, dan Imam Syafi’i Yaman.
Seleksi untuk jalur luar negeri dijadwalkan pada 15 Juni hingga 4 Juli 2026. Pengumuman hasil seleksi akan dilakukan pada 6 Juli 2026.
Cara daftar dilakukan secara daring
Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui aplikasi JNN atau Jateng Ngopeni Nglakoni. Aplikasi itu tersedia di Playstore dan Appstore, sehingga calon pendaftar bisa mengaksesnya langsung dari ponsel.
Setelah masuk ke aplikasi, pendaftar dapat membuka banner “Beasiswa Santri” di halaman utama. Dari sana, mereka bisa membaca petunjuk teknis, mengisi formulir, lalu mengunggah dokumen persyaratan yang diminta.
Petunjuk teknis juga tersedia untuk diunduh melalui situs resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Langkah ini disiapkan agar proses administrasi berjalan lebih mudah bagi calon penerima beasiswa.
Fasilitas pembiayaan yang disiapkan
LFSP Jawa Tengah menyiapkan pembiayaan yang berbeda untuk jalur dalam negeri dan luar negeri. Untuk program dalam negeri, bantuan mencakup Uang Kuliah Tunggal atau UKT penuh hingga delapan semester.
Sementara itu, untuk program luar negeri, pembiayaan meliputi biaya kuliah, biaya hidup, pengurusan visa, asuransi, hingga tiket pesawat pulang-pergi dari Semarang menuju negara tujuan. Dengan fasilitas tersebut, program ini menjadi salah satu kesempatan pendidikan yang menarik bagi santri yang ingin melanjutkan studi lebih tinggi.
Skema bantuan yang disiapkan juga sejalan dengan semangat “Ngopeni Nglakoni” yang diusung dalam program ini. Bagi santri dan pengasuh pesantren, beasiswa tersebut bukan hanya bantuan biaya, tetapi juga jalur untuk memperkuat kapasitas keilmuan dan pengalaman akademik.
Source: borobudurnews.com






