BBM Makin Mahal, BAIC BJ30 Hybrid Janjikan Hemat Hingga Rp2 Juta per Bulan

Kenaikan harga BBM nonsubsidi membuat banyak pemilik mobil kembali menghitung biaya harian dengan lebih cermat. Di tengah situasi itu, BAIC Indonesia mendorong BJ30 Hybrid sebagai SUV yang tetap bertenaga, tetapi menawarkan biaya operasional yang jauh lebih efisien.

Model ini menyasar pengguna yang ingin menekan pengeluaran tanpa harus beralih ke mobil listrik murni. BAIC menilai pendekatan hybrid otomatis pada BJ30 Hybrid bisa menjawab kebutuhan konsumen yang ingin hemat tanpa repot mencari fasilitas pengisian daya.

Hybrid tanpa perlu dicas

BJ30 Hybrid memakai sistem Hybrid Electric Vehicle atau HEV yang memadukan mesin bensin dan motor listrik secara otomatis. Baterainya terisi sendiri lewat regenerative braking saat mobil digunakan, sehingga pemilik tidak perlu mengisi daya di stasiun khusus.

Bagi penggunaan harian, konsep ini membuat BJ30 Hybrid terasa praktis. BAIC menyebut konfigurasi tersebut cocok untuk konsumen Indonesia yang ingin efisiensi dengan kebiasaan berkendara yang tetap sederhana.

Tenaga besar di balik efisiensi

Meski fokus pada hemat BBM, BJ30 Hybrid tetap diposisikan sebagai SUV dengan performa besar. Mobil lima penumpang ini mengandalkan mesin 1.5 liter turbo hybrid berkapasitas 1.498 cc dengan tenaga gabungan hingga 403 hp dan torsi puncak 685 Nm.

Tenaga itu disalurkan melalui transmisi Dedicated Hybrid Transmission atau DHT dua percepatan. Dengan kombinasi tersebut, BJ30 Hybrid diklaim mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam 6,9 detik.

Mesin yang dipakai juga disebut masuk daftar 10 Mesin Terbaik di China. Penilaian itu dikaitkan dengan performa tinggi, getaran rendah, dan daya tahan yang telah teruji.

Biaya BBM jadi sorotan utama

BAIC menyebut BJ30 Hybrid bisa mencatat konsumsi BBM hingga 15,5 km per liter berdasarkan pengujian internal perusahaan. Angka ini menjadi nilai jual penting di saat harga BBM nonsubsidi terus menekan ongkos kepemilikan mobil.

Dengan asumsi pemakaian 1.500 km per bulan dan harga Pertamax Rp12.300 per liter, biaya BBM bulanan BJ30 Hybrid diperkirakan sekitar Rp1,19 juta. Angka ini jauh lebih ringan dibandingkan SUV bensin atau diesel konvensional yang masih bergantung pada BBM nonsubsidi mahal.

Sebagai pembanding, SUV bensin dengan konsumsi rata-rata 10 km per liter dan menggunakan Pertamax Turbo dapat menghabiskan sekitar Rp3,11 juta per bulan. Sementara SUV diesel yang memakai Dexlite atau Pertamina Dex membutuhkan biaya sekitar Rp2,87 juta hingga Rp3,1 juta per bulan.

Dari hitungan tersebut, penghematan BJ30 Hybrid bisa mencapai lebih dari Rp1,7 juta hingga Rp2 juta setiap bulan. Dalam setahun, selisihnya disebut setara lebih dari Rp20 juta.

Siap untuk harian dan perjalanan luar kota

Chief Operating Officer BAIC Indonesia, Dhani Yahya, mengatakan BJ30 Hybrid dirancang sebagai SUV serbaguna untuk perjalanan harian maupun aktivitas luar kota. Karakter itu diperkuat dengan ground clearance tinggi yang membuat mobil ini lebih siap menghadapi kondisi jalan di Indonesia.

BAIC juga membekali model ini dengan fitur modern seperti Advanced Driver Assistance System atau ADAS dan layar infotainment berukuran besar. Kombinasi fitur, performa, dan efisiensi tersebut membuat BJ30 Hybrid diposisikan sebagai pilihan menarik bagi konsumen yang mencari SUV keluarga dengan biaya operasional lebih terkendali.

Di tengah tren harga BBM yang belum mereda, BAIC melihat BJ30 Hybrid sebagai jawaban bagi konsumen yang tetap menginginkan tenaga besar tanpa mengorbankan efisiensi. Mobil ini pun masuk ke segmen yang semakin relevan bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan harian, tetapi juga nyaman dipakai untuk perjalanan jauh.

Source: moladin.com

Baca Juga

Back to top button