Bau Pesing di Kasur Dan Sofa, 6 Cara Sederhana Ini Bisa Redam Tanpa Dicuci Total

Kasur dan sofa termasuk permukaan rumah tangga yang paling cepat menyerap bau pesing karena dipakai setiap hari dan tersusun dari kain serta busa yang mudah menahan cairan. Saat bau dibiarkan terlalu lama, aromanya bisa makin tajam dan proses pembersihan menjadi jauh lebih sulit.

Namun, furnitur seperti ini tidak selalu harus dicuci total untuk kembali nyaman dipakai. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa membantu menekan bau, mengurangi sisa noda, dan mempercepat pemulihan area yang terkena cairan tanpa membongkar seluruh bagian.

1. Serap cairan secepat mungkin

Langkah pertama harus dilakukan segera setelah cairan mengenai permukaan. Gunakan tisu, kain, atau handuk kering untuk menyerap urine atau cairan lain, lalu tekan perlahan tanpa menggosok terlalu keras.

Tekanan yang terlalu kuat justru bisa mendorong cairan makin dalam ke busa. Akibatnya, bau lebih sulit hilang dan area yang terkena menjadi lebih luas.

2. Gunakan baking soda untuk menyerap bau

Setelah area awal tertangani, baking soda bisa dipakai sebagai penyerap bau. American Cleaning Institute menyebut bahan ini sering digunakan untuk membantu menyerap bau pada berbagai permukaan rumah tangga.

Cara pakainya juga sederhana. Taburkan baking soda pada bagian yang berbau, diamkan beberapa jam, lalu bersihkan dengan vacuum cleaner atau kain kering agar bubuk terangkat habis.

3. Semprot tipis larutan cuka putih

Cuka putih sering dimanfaatkan untuk membantu mengurangi bau tidak sedap. Cleveland Clinic menjelaskan cuka punya sifat antimikroba yang kerap dipakai untuk membantu membersihkan area tertentu.

Untuk penggunaan yang lebih aman, cuka sebaiknya dicampur dengan air secukupnya lalu disemprotkan tipis pada area yang terkena bau. Penyemprotan berlebihan perlu dihindari karena kelembapan berlebih bisa membuat kasur atau sofa makin lama kering.

4. Bersihkan noda tersisa dengan sabun lembut

Jika noda masih terlihat, air hangat dan sabun lembut bisa menjadi tahap berikutnya. Gunakan sedikit sabun yang dicampur air hangat, lalu bersihkan dengan kain bersih atau spons lembut agar bahan tidak rusak.

Saat mengusap area yang kotor, gerakan tepuk perlahan lebih disarankan. Gesekan yang terlalu keras bisa mendorong noda lebih dalam ke busa dan membuat pembersihan jadi lebih sulit.

5. Pastikan area benar-benar kering

Setelah bau dan noda berkurang, proses pengeringan tidak boleh diabaikan. Centers for Disease Control and Prevention menyebut area lembap menjadi tempat ideal bagi pertumbuhan jamur dan bakteri.

Kipas angin atau jendela yang dibuka bisa membantu sirkulasi udara mempercepat pengeringan permukaan. Kasur atau sofa juga sebaiknya tidak langsung dipakai sebelum benar-benar kering karena sisa lembap dapat memicu bau baru.

6. Tambahkan pewangi dengan takaran kecil

Kalau kondisi sudah jauh membaik, pewangi kain atau essential oil bisa ditambahkan secukupnya. Aroma lavender atau lemon sering dipilih karena terasa lebih ringan dan menenangkan.

Penggunaannya tetap perlu dibatasi agar tidak terlalu menyengat. Pewangi hanya berfungsi sebagai sentuhan akhir setelah bau utama, noda, dan kelembapan berhasil ditangani lebih dulu.

Urutan penanganan menjadi kunci agar hasilnya maksimal. Serap cairan lebih dulu, lanjutkan dengan penyerap bau seperti baking soda atau cuka, bersihkan sisa noda dengan lembut, lalu pastikan seluruh bagian kering sebelum furnitur kembali dipakai.

Source: www.beautynesia.id

Baca Juga

Back to top button