Kota Bandung mencatat inflasi tahunan tertinggi di antara 10 kabupaten/kota sampel inflasi di Jawa Barat pada Mei 2026. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan inflasi year on year di kota ini mencapai 3,32 persen, lebih tinggi dari inflasi Jawa Barat yang sebesar 3,07 persen dan nasional di level 3,08 persen.
Kenaikan itu terasa langsung di pengeluaran harian warga. Saat harga barang dan jasa bergerak lebih cepat dibandingkan daerah lain, uang belanja pun cenderung lebih cepat habis.
Pangan Masih Menjadi Pendorong Utama
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau kembali menjadi penyumbang terbesar inflasi di Bandung. Pada Mei 2026, kelompok ini memberi andil 0,18 persen secara month to month dan 1,81 persen secara year on year.
Sejumlah komoditas yang paling berperan di kelompok ini adalah cabai rawit, daging ayam ras, beras, minyak goreng, cabai merah, jeruk, dan bawang merah. Komoditas tersebut merupakan belanja rutin yang hampir selalu hadir di meja makan rumah tangga.
Kenaikan harga pangan juga berdampak ke pelaku usaha kecil. Saat biaya bahan baku naik, pedagang makanan dan UMKM ikut menanggung tekanan yang sama dalam hitungan harian.
Biaya Hidup Ikut Terangkat
Naiknya harga ayam, beras, dan minyak goreng mendorong pengeluaran rumah tangga semakin besar. Di sisi lain, biaya produksi bagi pelaku usaha makanan juga ikut tertekan karena bahan yang dipakai untuk jualan makin mahal.
Dalam kondisi seperti ini, sebagian pelaku usaha harus memilih antara menaikkan harga jual atau menerima margin keuntungan yang lebih tipis. Beban itu paling terasa pada kelompok masyarakat dengan pendapatan yang tidak ikut bertambah.
Emas Perhiasan dan Bahan Bakar Rumah Tangga Tambah Tekanan
Selain pangan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga memberi andil besar terhadap inflasi di Bandung dengan kontribusi 0,68 persen. Komoditas utama di kelompok ini adalah emas perhiasan.
Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga turut menyumbang inflasi sebesar 0,55 persen. Pendorong utamanya berasal dari bahan bakar rumah tangga.
Lebih Tinggi Dibanding Tahun Sebelumnya
Inflasi Bandung pada Mei 2026 juga lebih tinggi dibandingkan dua tahun sebelumnya. Pada 2024, inflasi tahunan Bandung berada di 2,27 persen, lalu turun menjadi 1,16 persen pada 2025 sebelum kembali naik pada 2026.
Pergerakan ini menunjukkan tekanan harga di kota tersebut belum sepenuhnya reda. Selama kebutuhan dasar masih mengalami kenaikan, beban paling berat tetap akan dirasakan warga yang harus mengatur pengeluaran dengan ruang belanja yang semakin sempit.
Source: bandungbergerak.id






