BMKG Maritim Tanjung Perak mengingatkan potensi banjir rob di sejumlah pesisir Jawa Timur pada 28-30 Juni 2026. Pemicunya adalah fenomena bulan purnama yang dapat mendorong ketinggian pasang air laut maksimum.
Peringatan ini penting bagi warga yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir. BMKG menyebut hasil pemantauan data water level dan prediksi pasang surut menunjukkan ancaman rob bisa muncul di beberapa wilayah dengan waktu yang berbeda.
Surabaya Utara Jadi Salah Satu Titik Waspada
Di Surabaya, potensi rob diperkirakan mengintai pesisir Surabaya Utara. Wilayah yang disebut terdampak mencakup Benowo, Jalan Kalimas Baru, dan Kalianak Morokrembangan pada 28-30 Juni 2026.
Sementara itu, untuk Tuban, Lamongan, dan Gresik, BMKG memprakirakan rob dapat terjadi pada 29 Juni 2026. Genangan di kawasan tersebut diperkirakan berlangsung sekitar pukul 08.00-13.00 WIB.
Dampak yang Diantisipasi di Area Pesisir
BMKG mengingatkan rob berpotensi mengganggu aktivitas bongkar muat di pelabuhan, transportasi di sekitar pesisir, kegiatan tambak garam, dan perikanan darat. Permukiman pesisir juga bisa terdampak jika pasang maksimum benar-benar terjadi.
Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada dan siaga menghadapi potensi dampak pasang maksimum air laut. BMKG juga mengimbau warga untuk memantau pembaruan informasi cuaca yang dikeluarkan lembaga tersebut.
Dengan pola pasang yang berbeda di tiap wilayah, warga pesisir di Surabaya, Tuban, Lamongan, dan Gresik perlu memperhatikan waktu puncak pasang agar aktivitas harian bisa disesuaikan. Kewaspadaan menjadi penting terutama di area yang selama ini rentan terhadap genangan air laut.
Source: www.detik.com






