Bandara Husein Siap Buka Lagi, Jet Bakal Kembali Mendarat Mulai 17 September

Author: Cung Media

Bandara Husein Sastranegara di Bandung bersiap kembali melayani pesawat jet mulai 17 September. Pembukaan ini menjadi perhatian karena bandara tersebut selama ini masih terbatas untuk penerbangan propeller.

Kementerian Perhubungan sudah meninjau kesiapan bandara bersama Angkasa Pura atau InJourney Airports. Dari pengecekan itu, masih ada sejumlah penyesuaian yang harus dipenuhi sebelum operasional penuh kembali dibuka.

Fokus utama ada pada standar keselamatan

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menjelaskan bahwa fasilitas bandara perlu disesuaikan lebih dulu agar bisa kembali digunakan untuk pesawat jet. Salah satu syarat pentingnya adalah peningkatan kategori Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran atau PKP-PK.

Saat ini, kategori PKP-PK Bandara Husein masih berada di level lima dan akan ditingkatkan menjadi kategori tujuh. Perubahan ini diperlukan agar standar keselamatan sesuai untuk operasional pesawat jet.

Selain itu, landasan pacu juga akan diperbaiki melalui pelapisan ulang perkerasan. Langkah ini diambil karena dalam beberapa waktu terakhir landasan tersebut tidak lagi dipakai untuk penerbangan jet.

Fasilitas pendukung ikut dipercepat

Kemenhub juga menyiapkan pembenahan pada sistem pendukung bandara, mulai dari penanganan bagasi, pemeriksaan sinar-X atau X-ray, hingga sistem pencahayaan. Seluruh penyesuaian itu diarahkan agar bandara memenuhi standar keselamatan dan pelayanan.

Di sisi operasional, Kemenhub telah menyiapkan surat pemberitahuan kepada seluruh pemangku kepentingan terkait rencana pengoperasian kembali Bandara Husein Sastranegara. Surat ini menjadi dasar koordinasi sebelum layanan penerbangan kembali berjalan.

Aspek Kesiapan Status Saat Ini Langkah Persiapan
Jenis Pesawat Masih melayani propeller Disesuaikan untuk pesawat jet
PKP-PK Kategori lima Ditingkatkan ke kategori tujuh
Landasan Pacu Perlu penyesuaian Pelapisan ulang perkerasan
Sistem Pendukung Perlu pembenahan Bagasi, X-ray, dan pencahayaan

Rute penerbangan masih dipetakan

Pemerintah juga mulai memetakan pembagian rute penerbangan yang akan dilayani. Lukman mengatakan pihaknya masih menunggu usulan dari maskapai mengenai tujuan penerbangan yang dibutuhkan pasar.

Setelah ada permintaan dari maskapai, pemerintah akan menyusun rencana operasional sesuai kondisi yang ada. Pendekatan ini dipakai agar pembukaan kembali bandara tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan penerbangan yang tersedia.

InJourney Airports mempercepat persiapan

PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports juga mempercepat kesiapan operasional bandara tersebut. Langkah ini disebut untuk mendukung optimalisasi penerbangan domestik dan internasional di Bandung, Jawa Barat.

Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R Pahlevi, mengatakan persiapan dilakukan mengacu pada Surat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Nomor AU.102/1/8/DRJU.DAU/2026. Ia menegaskan aspek keamanan, keselamatan, dan pelayanan harus dipenuhi agar optimalisasi berjalan lancar.

Berdasarkan surat itu, Bandara Husein Sastranegara dapat melayani penerbangan angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri dengan pesawat jet maupun propeller. Bandara ini juga dapat melayani angkutan udara niaga tidak berjadwal serta angkutan udara bukan niaga, baik untuk rute domestik maupun internasional.

Saat ini, operasional bandara masih terbatas pada penerbangan niaga berjadwal dalam negeri dengan pesawat propeller untuk rute intra Pulau Jawa. Untuk mendukung transisi tersebut, InJourney Airports telah membentuk Tim Operational Readiness Activation and Transition atau ORAT.

Tim ini bertugas memastikan seluruh tahapan kesiapan berjalan sesuai kebutuhan operasional. Dengan rangkaian persiapan yang sedang dikebut, pembukaan kembali Bandara Husein Sastranegara pada 17 September menjadi agenda yang terus dipantau oleh pemerintah dan pengelola bandara.

Source: www.viva.co.id
Terbaru