Lemari Besi Tembus 1 Juta Unit, Tren Hijau Ubah Cara Orang Memilih Perabot

Author: Cung Media

Penjualan 1 juta lemari pakaian besi dalam lima tahun membawa Importa meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Pencapaian itu menandai perubahan selera pasar yang makin terbuka pada perabot non-kayu, terutama karena alasan lingkungan dan daya tahan.

Bagi perusahaan, angka tersebut bukan hanya soal volume penjualan. CEO PT Importa Jaya Abadi, Nizar Bawazier, menyebut capaian itu sebagai bentuk kepercayaan pelanggan sekaligus hasil kerja keras seluruh ekosistem perusahaan.

Jaringan toko mitra ikut mengangkat penjualan

Importa tidak bertumpu pada satu jalur penjualan saja. Perusahaan menjalankan skema business to business atau B2B dengan menyalurkan produk dari gudang ke toko-toko mitra di berbagai daerah.

Lebih dari 6.000 toko mitra disebut menjual produk Importa di seluruh Indonesia. Pola distribusi ini membuat pertumbuhan tidak hanya terjadi di pusat penjualan, tetapi juga ikut menggerakkan aktivitas toko perabot di daerah.

Aspek Keterangan
Pencapaian 1 juta lemari pakaian besi terjual dalam lima tahun
Penghargaan Rekor MURI
Jaringan penjualan Lebih dari 6.000 toko mitra di seluruh Indonesia
Skema distribusi B2B dari gudang ke toko mitra

Minat pada perabot non-kayu makin kuat

Pergeseran minat konsumen menjadi faktor lain yang mendorong permintaan lemari besi. Generasi muda disebut semakin kritis saat memilih perabot, terutama karena perhatian terhadap deforestasi dan dampaknya bagi lingkungan.

Importa merespons perubahan itu dengan memperluas penggunaan bahan besi pada berbagai kategori furnitur. Selain lemari pakaian, perusahaan juga mengembangkan meja makan dan lemari hias dengan pendekatan yang tidak bergantung pada kayu.

Nizar menegaskan pemilihan bahan besi dilakukan untuk membantu menjaga kelestarian kayu. Seluruh kategori furnitur perusahaan pun diarahkan ke bahan besi agar kebutuhan pasar tetap terpenuhi tanpa mendorong penebangan pohon.

Dirancang tahan iklim tropis

Selain isu lingkungan, faktor iklim juga ikut menentukan pilihan pembeli. Di wilayah tropis yang lembap, furnitur kayu kerap menghadapi risiko rayap dan jamur yang dapat memperpendek usia pakai.

Importa menempatkan daya tahan sebagai nilai utama produk besinya. Material yang digunakan dipadukan dengan teknologi powder coating agar lebih tahan terhadap karat.

Perusahaan menyebut pendekatan itu dibuat untuk menjawab keraguan sebagian konsumen terhadap furnitur besi. Produk dirancang memberi kenyamanan sekaligus masa pakai lebih panjang, dengan ketahanan terhadap air, rayap, dan jamur.

Langkah berikutnya menuju pasar luar negeri

Di tengah momentum tersebut, Importa menyiapkan ekspansi yang lebih luas lewat peluncuran tagline baru di ajang Jakarta Fair. Perusahaan menegaskan tidak ingin berhenti di pasar domestik.

Nizar menyebut target berikutnya adalah membawa nama Indonesia ke pasar internasional. Dengan jaringan mitra yang sudah tersebar luas dan dorongan tren perabot ramah lingkungan, furnitur besi diposisikan sebagai produk yang siap bersaing lebih jauh.

Source: www.medcom.id
Terbaru