BAIC mulai menyiapkan langkah yang cukup berani di pasar mobil listrik Indonesia. Melalui T1, merek asal China itu memasang target penjualan 1.000 unit sampai akhir tahun, meski mobil ini baru diperkirakan mulai dijual sekitar awal semester kedua.
Target tersebut menempatkan T1 langsung ke tengah persaingan hatchback listrik yang semakin ramai. Di kelas ini, BAIC harus berhadapan dengan nama yang sudah lebih dulu dikenal, termasuk Geely EX2 dan BYD Atto 1.
Masuk lewat T1, bukan lewat Arcfox sebagai merek tersendiri
T1 sebenarnya merupakan produk Arcfox, tetapi BAIC ingin membawanya ke Indonesia sebagai model BAIC. Langkah ini membuat lini produk BAIC di Tanah Air lebih luas sekaligus menandai masuknya mereka ke mobil listrik murni.
Walau Arcfox tidak diposisikan sebagai merek tersendiri di Indonesia, T1 tetap menjadi model penting bagi strategi elektrifikasi BAIC. Dari tampilan, mobil ini disebut punya karakter hatchback listrik modern dengan aura mirip SUV.
| Model BAIC di Indonesia | Jenis | Keterangan |
|---|---|---|
| X55-II | Mobil konvensional | Salah satu model yang sudah dijual |
| BJ40 Plus | Mobil konvensional | Salah satu model yang sudah dijual |
| BJ30 HEV | Hybrid | Mobil ramah lingkungan pertama BAIC di Indonesia |
| T1 | Mobil listrik | Model terbaru yang disiapkan untuk dijual |
Target 1.000 unit di tengah pasar yang belum sepenuhnya stabil
Menurut ridertua.com, BAIC membidik penjualan 1.000 unit T1 hingga akhir tahun 2026. Angka itu terdengar agresif untuk model yang baru masuk pasar, tetapi masih dianggap wajar untuk hatchback listrik anyar.
Tantangan terbesar tidak hanya datang dari rival, tetapi juga dari kondisi pasar. Penjualan mobil memang mulai membaik, namun situasi ekonomi belum sepenuhnya kondusif dan membuat sebagian konsumen menunda pembelian.
Tekanan lain datang dari insentif mobil listrik yang belum diberlakukan sampai akhir semester pertama. Jika kebijakan itu muncul lebih cepat, peluang T1 mengejar target tentu bisa lebih besar.
Berhadapan langsung dengan Geely EX2, BYD Atto 1, dan Chery Q
Di segmen hatchback listrik, T1 tidak punya ruang kosong untuk bernapas. Geely EX2 menjadi salah satu rival utama karena sukses besar di pasar asalnya dan mampu mengungguli banyak pesaing, termasuk dari BYD dan Chery.
BYD Atto 1 juga tetap menjadi pembanding penting karena pernah menjadi mobil listrik terlaris di Indonesia tahun lalu. Meski penjualannya turun dalam beberapa bulan terakhir akibat transisi ke produksi lokal, posisinya masih kuat di kelas ini.
Chery Q ikut masuk dalam radar persaingan karena menawarkan desain retro-modern yang berbeda dari kebanyakan mobil listrik kecil. Model itu memang belum dijual di Indonesia, tetapi sudah mencuri perhatian di segmen yang sama.
| Model | Posisi di Pasar | Konteks Persaingan |
|---|---|---|
| Geely EX2 | Hatchback listrik | Salah satu rival utama T1 |
| BYD Atto 1 | Hatchback listrik | Pernah jadi mobil listrik terlaris di Indonesia |
| Chery Q | Hatchback listrik | Belum dijual di Indonesia, tetapi menarik perhatian |
| BAIC T1 | Hatchback listrik | Model baru BAIC dengan target 1.000 unit |
Masih ada T5 di jalur berikutnya
Setelah T1, BAIC juga menyiapkan model lain dari Arcfox berupa SUV bernama T5. Namun, belum ada kepastian apakah model itu bisa meluncur tahun ini atau tidak.
Dengan pasar yang belum stabil dan persaingan yang sudah padat, T1 akan menjadi ujian penting bagi BAIC di Indonesia. Jika model ini diterima konsumen, ruang bagi BAIC untuk memperluas jajaran mobil listriknya akan terbuka lebih lebar.







