5 Penyebab Nafsu Makan Meningkat Menjelang Menstruasi, Bukan Sekadar Ngidam

Menjelang menstruasi, rasa lapar yang datang lebih sering bukan sekadar soal ngidam. Pada sebagian perempuan, kondisi ini muncul sebagai bagian dari PMS dan biasanya mulai terasa 1-2 minggu sebelum haid.

Perubahan itu kerap membuat keinginan makan meningkat, terutama pada makanan manis, tinggi karbohidrat, dan berlemak. Di baliknya, ada beberapa perubahan hormon yang ikut memengaruhi rasa lapar, metabolisme, dan suasana hati.

Fluktuasi hormon yang mengubah pola lapar

Sepanjang bulan, tubuh perempuan mengalami naik-turun estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini memengaruhi nafsu makan, sehingga tubuh bisa lebih mudah merasa lapar saat mendekati menstruasi.

Pada fase ini, tubuh juga cenderung mencari makanan yang memberi rasa nyaman lebih cepat. Itulah sebabnya craving terhadap makanan manis atau berkarbohidrat tinggi sering muncul lebih kuat dari biasanya.

1. Penurunan estrogen

Menjelang haid, kadar estrogen turun drastis dalam fase luteal. Padahal, estrogen dikenal membantu menekan nafsu makan, sehingga saat kadarnya menurun rasa lapar lebih mudah muncul.

Akibatnya, keinginan untuk ngemil di luar jam makan utama bisa terasa lebih intens dan lebih sulit dikendalikan.

2. Peningkatan progesteron

Berbeda dengan estrogen, progesteron justru meningkat menjelang menstruasi. Hormon ini dapat mendorong laju metabolisme basal, yang berarti tubuh membakar lebih banyak kalori.

Di saat yang sama, progesteron juga sering memicu keinginan mengonsumsi makanan manis atau tinggi lemak, sehingga rasa lapar terasa makin kuat.

PenyebabPerubahan UtamaDampak yang Terasa
Fluktuasi hormonEstrogen dan progesteron naik-turunNafsu makan dan craving meningkat
Penurunan estrogenEstrogen turun drastis di fase lutealRasa lapar lebih sulit dikontrol
Peningkatan progesteronProgesteron melonjak menjelang haidIngin makanan manis atau tinggi lemak
Penurunan serotoninHormon bahagia ikut menurunTubuh mencari karbohidrat untuk menaikkan suasana hati

3. Penurunan serotonin

Serotonin atau hormon bahagia juga ikut turun menjelang haid. Saat kadar serotonin menurun, tubuh sering mencari karbohidrat sebagai cara cepat untuk membantu meningkatkan rasa nyaman dan produksi serotonin di otak.

Karena itu, dorongan makan tidak selalu berasal dari lapar fisik. Dalam banyak kasus, makanan juga terasa seperti jalan pintas untuk memperbaiki suasana hati.

Cara mengendalikan nafsu makan menjelang menstruasi

Rasa lapar yang meningkat menjelang menstruasi tergolong wajar, tetapi tetap perlu dikendalikan agar tidak berujung makan berlebihan. Jika tidak dijaga, asupan sembarang makanan bisa membuat berat badan lebih mudah naik dan memicu masalah kesehatan tertentu.

Salah satu cara yang disarankan adalah menjaga pola makan seimbang dengan porsi kecil namun lebih sering. Pilih makanan tinggi serat, protein, dan karbohidrat kompleks seperti gandum utuh, kacang-kacangan, buah, dan sayuran agar rasa kenyang bertahan lebih lama.

CaraContohManfaat
Pola makan seimbangPorsi kecil namun lebih seringMembantu rasa kenyang bertahan lebih lama
Pilih camilan lebih sehatBuah, kacang-kacangan, Greek yogurt, dark chocolateMenjaga kalori dan gula darah lebih stabil
Minum air putihMinimal 2 liter atau 8 gelas per hariMembantu membedakan lapar dan haus
Batasi porsi camilanMakan dalam mangkuk kecilMengurangi risiko makan berlebihan
Rutin berolahragaYoga, jogging, bersepeda, jalan kakiMembantu suasana hati dan menekan dorongan makan berlebihan

Jika ingin ngemil manis, pilih camilan yang lebih sehat seperti buah-buahan, kacang-kacangan, Greek yogurt, atau dark chocolate. Opsi ini membantu menjaga kalori dan kadar gula darah tetap lebih stabil.

Minum air putih juga penting, minimal dua liter atau delapan gelas per hari. Tubuh kadang salah membaca sinyal dehidrasi sebagai rasa lapar, sehingga minum lebih dulu bisa membantu membedakan apakah yang dirasakan benar-benar lapar atau hanya haus.

Selain itu, membatasi porsi camilan dalam mangkuk kecil dapat membantu menahan keinginan makan berlebihan. Cara ini membuat asupan tetap terkontrol tanpa harus menghilangkan makanan favorit sepenuhnya.

Rutin berolahraga juga disarankan karena aktivitas fisik membantu melepaskan endorfin dan serotonin. Efeknya bukan hanya memperbaiki suasana hati, tetapi juga menekan dorongan makan berlebihan sekaligus membantu mengurangi kembung dan kram perut.

Beberapa olahraga ringan yang bisa dipilih antara lain yoga, jogging, bersepeda, dan jalan kaki. Dengan kebiasaan yang tepat, nafsu makan menjelang menstruasi tetap bisa dikelola tanpa membuat tubuh terasa tidak nyaman.

Terkait