BMKG Juanda memprakirakan sebagian besar wilayah Jawa Timur didominasi cuaca berawan pada awal pekan, namun sejumlah daerah tetap berpotensi diguyur hujan disertai petir. Kondisi ini membuat warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruang dan saat melintas di wilayah yang berisiko hujan lebih intens.
Prakiraan tersebut menunjukkan cuaca di Jawa Timur masih labil. BMKG juga menegaskan bahwa provinsi ini masih berada dalam masa pancaroba, sehingga perubahan cuaca dapat terjadi cepat dalam satu hari.
Wilayah yang berpotensi hujan petir
BMKG memprediksi hujan deras disertai petir berpeluang terjadi di Kota Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Tulungagung, Jember, Magetan, Trenggalek, Bojonegoro, Tuban, dan Bangkalan. Daerah-daerah tersebut menjadi perhatian utama karena cuaca ekstrem bisa muncul lebih cepat dari kondisi berawan sebelumnya.
Situasi ini penting dicermati oleh warga yang memiliki mobilitas tinggi. Aktivitas di jalan, pekerjaan lapangan, hingga kegiatan harian lain perlu disesuaikan dengan kondisi langit yang bisa berubah mendadak menjadi hujan lebat.
Di luar wilayah yang berpotensi petir, hujan dengan intensitas sedang juga diprakirakan turun di Gresik, Kabupaten/Kota Mojokerto, Kediri, Nganjuk, Malang, Pasuruan, Madiun, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, dan Jombang. Walau tidak disebut berpotensi petir, hujan sedang tetap bisa mengganggu perjalanan dan menurunkan jarak pandang di beberapa titik.
Kondisi udara masih lembap dan dinamis
BMKG mencatat suhu udara di Jawa Timur berada pada kisaran 13–32 derajat celsius. Rentang ini menunjukkan adanya perbedaan suhu yang cukup lebar antardaerah, terutama saat cuaca bergerak dari berawan menuju hujan.
Kelembapan udara juga terpantau tinggi, yakni sekitar 62–99 persen. Sementara itu, angin bertiup ke arah timur dengan kecepatan maksimal mencapai 23 km/jam, sehingga kondisi atmosfer masih cukup dinamis dan mendukung perubahan cuaca secara cepat.
Perpaduan suhu, kelembapan, dan angin itu memperkuat ciri cuaca pancaroba yang kerap ditandai oleh perubahan mendadak. Karena itu, warga dianjurkan tidak hanya mengandalkan kondisi langit saat berangkat beraktivitas, tetapi juga memeriksa pembaruan cuaca sebelum keluar rumah.
Imbauan BMKG untuk warga
BMKG meminta masyarakat terus memantau informasi cuaca secara berkala agar dapat menyesuaikan rencana harian. Pembaruan cuaca tersedia melalui media sosial BMKG, situs web resmi BMKG, dan aplikasi infoBMKG.
Langkah ini dinilai penting agar warga bisa mengambil keputusan lebih cepat, terutama ketika wilayah tempat tinggal atau tujuan perjalanan masuk daftar daerah yang berpotensi hujan sedang hingga hujan petir. Dalam kondisi cuaca yang masih labil, informasi resmi dari BMKG menjadi acuan utama untuk mengurangi risiko gangguan aktivitas.
Bagi warga yang tinggal di daerah pesisir, perkotaan, maupun kawasan dengan aktivitas luar ruangan yang padat, kewaspadaan sejak awal pekan menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Cuaca berawan yang tampak tenang masih dapat berubah menjadi hujan lebat disertai petir dalam waktu singkat, sehingga pemantauan rutin tetap diperlukan sepanjang hari.
