Final Piala Dunia 2026 mempertemukan dua kekuatan dengan cara bertahan yang berbeda. Spanyol tiba dengan pertahanan yang nyaris tak tertembus, sedangkan Argentina berulang kali lolos dari tekanan melalui kemenangan dramatis.
Pertandingan dijadwalkan berlangsung pada pukul 02.00 WIB, Minggu, 19 Juli. Duel ini menjadi ujian antara kontrol permainan La Roja dan daya bangkit sang juara bertahan pada saat-saat paling menentukan.
Dua Rute Berbeda Menuju Partai Puncak
Spanyol memulai fase grup dengan hasil imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde. Tim asuhan Luis de la Fuente kemudian bangkit dengan kemenangan 4-0 atas Arab Saudi dan menang 1-0 atas Uruguay.
Argentina justru menyapu bersih fase grup melalui kemenangan atas Aljazair, Austria, dan Yordania. Lionel Messi menjadi penggerak utama dengan delapan gol sepanjang turnamen, termasuk hat-trick saat menghadapi Aljazair.
| Tim | Hasil Fase Grup | Jalan ke Final |
|---|---|---|
| Spanyol | Imbang vs Tanjung Verde, menang vs Arab Saudi dan Uruguay | Austria, Portugal, Belgia, Prancis |
| Argentina | Menang vs Aljazair, Austria, dan Yordania | Tanjung Verde, Mesir, Swiss, Inggris |
Menurut bola.bisnis.com, Spanyol hanya kebobolan satu kali sepanjang perjalanan menuju final. Satu-satunya gol lawan itu terjadi ketika mereka menundukkan Belgia 2-1 pada fase gugur.
La Roja membuka babak 32 besar dengan kemenangan 3-0 atas Austria. Mereka lalu mengalahkan Portugal 1-0 dan Belgia 2-1, dengan gol-gol telat Mikel Merino menjadi pembeda dalam dua laga tersebut.
Spanyol kemudian menyingkirkan Prancis pada semifinal setelah mengendalikan jalannya pertandingan. Final ini menjadi kesempatan pertama mereka kembali ke partai puncak sejak mengangkat trofi dunia pada 2010.
Argentina Berkali-kali Menolak Menyerah
Jalan Timnas Argentina jauh lebih berliku setelah fase grup yang sempurna. Mereka membutuhkan perpanjangan waktu untuk mengatasi Tanjung Verde dengan skor 3-2.
Drama terbesar hadir saat Argentina menghadapi Mesir. Albiceleste tertinggal 0-2 hingga menit ke-79 sebelum membalikkan keadaan dan menang 3-2.
Tekanan kembali muncul pada perempat final melawan Swiss ketika Argentina harus bermain dengan 10 orang. Setelah skor 1-1 bertahan pada waktu normal, Julian Alvarez mencetak gol di masa tambahan waktu sebelum Lautaro Martinez menambah keunggulan.
Semifinal melawan Inggris juga berlangsung ketat setelah Anthony Gordon membawa Inggris unggul pada babak kedua. Enzo Fernandez menyamakan kedudukan lewat tendangan jarak jauh, lalu Martinez memastikan kemenangan melalui sundulan di tiang jauh.
Rekam Jejak dan Perkiraan Susunan Pemain
Satu-satunya pertemuan Spanyol dan Argentina di Piala Dunia terjadi pada 1966 di Villa Park. Argentina menang 2-1 lewat dua gol Luis Artime, sementara Pirri mencetak gol untuk Spanyol.
Di ajang persahabatan, kedua negara telah bertemu 13 kali dengan Spanyol mengantongi enam kemenangan dan Argentina lima kemenangan. Pertemuan terakhir pada 2018 di Madrid berakhir 6-1 untuk Spanyol.
Spanyol diperkirakan memainkan Simon, Porro, Laporte, Cubarsi, Cucurella, Rodri, Fabian, Lamine Yamal, Olmo, Baena, dan Oyarzabal. Argentina berpeluang menurunkan Martinez, Nahuel, Romero, Lisandro Martinez, Tagliafico, Paredes, Mac Allister, Enzo Fernandez, Giuliano Simeone, Messi, serta Julian Alvarez.
Pertahanan rapat Spanyol akan berhadapan dengan Argentina yang terbukti mampu mengubah arah pertandingan saat tertinggal. Ketajaman Messi, penguasaan lini tengah La Roja, dan respons kedua tim terhadap tekanan menjadi penentu dalam perebutan trofi dunia.
