Asupan Energi Jadi Penentu Finis Pelari Endurance, Saat Stamina Mulai Terkuras

Author: Cung Media

Di lomba jarak menengah dan jauh, stamina sering mulai runtuh justru saat garis finis sudah dekat. Pada fase itu, asupan energi menjadi pembeda antara pelari yang mampu menjaga pace dan mereka yang kehilangan tenaga lebih cepat.

Itulah sebabnya perhatian terhadap sport nutrition terus naik di kalangan pelari Indonesia. Bukan lagi sekadar urusan latihan dan sepatu, tetapi juga soal bagaimana tubuh tetap punya bahan bakar ketika cadangan glikogen mulai menipis.

Energi yang habis lebih cepat dari yang dibayangkan

Dalam nomor seperti 10 kilometer, half marathon, hingga marathon, tubuh mengandalkan glikogen sebagai sumber energi utama. Saat cadangan ini turun, pelari biasanya lebih mudah lelah, ritme lari terganggu, dan performa bisa turun di bagian akhir lomba.

Karena itu, karbohidrat selama berlari ikut memegang peran penting. Suplai energi yang masuk saat aktivitas berlangsung membantu tubuh bertahan lebih lama, terutama pada olahraga endurance yang durasinya tidak singkat.

Energy gel kemudian menjadi pilihan yang makin banyak dipakai karena praktis dibawa dan mudah dikonsumsi. Bentuknya dianggap cocok untuk pelari yang ingin menjaga asupan energi tanpa mengacaukan ritme lomba.

Strategi lomba yang makin umum di komunitas lari

Pola konsumsi sport nutrition tidak lagi identik dengan atlet profesional saja. Pelari rekreasional dan komunitas lari juga mulai memasukkan asupan energi sebagai bagian dari strategi lomba, bukan sekadar pelengkap.

Perubahan itu terlihat jelas dalam penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon 2026 yang digelar pada 13–14 Juni 2026. Ajang berlabel Elite dari World Athletics itu diikuti sekitar 45.500 pelari, termasuk lebih dari 1.000 peserta internasional dari 46 negara.

Skala peserta yang besar membuat kebutuhan dukungan nutrisi ikut diperhatikan. Akses terhadap produk sport nutrition disediakan mulai dari Race Expo hingga titik-titik nutrisi di sepanjang rute lomba.

EJ Sport hadir di tengah kebutuhan pelari

KALBE Consumer Health melalui EJ Sport menjadi Official Sports Nutrition sekaligus 10K Presenting Partner dalam ajang tersebut. Selama penyelenggaraan, perusahaan mendistribusikan lebih dari 100.000 produk nutrisi olahraga kepada peserta.

Group Head of Marketing & Media Activation KALBE Consumer Health, Arwin Nugraha Hutasoit, mengatakan keterlibatan EJ Sport ditujukan untuk mendukung kebutuhan nutrisi para pelari. Ia menyebut targetnya adalah membantu peserta “finish strong, healthy and happy” serta membuat pengalaman lomba lebih berkesan.

Kenapa karbohidrat dan energy gel penting saat endurance

Arwin menjelaskan bahwa pada aktivitas seperti marathon, half marathon, dan 10K, tubuh mengalami pengurasan energi yang besar. Tambahan karbohidrat selama berlari dapat membantu menjaga stamina dan memperlambat munculnya kelelahan.

Ia juga menyebut energy gel umumnya disarankan dikonsumsi sekitar 15 menit sebelum lomba dimulai. Setelah itu, produk serupa bisa digunakan kembali setiap 45–60 menit selama aktivitas berlangsung, tergantung durasi dan intensitas olahraga.

Dengan cara kerja yang dirancang memberi energi cepat sekaligus bertahap, energy gel membantu pelari mempertahankan performa lebih stabil sampai lomba selesai. Pendekatan ini semakin relevan di tengah budaya lari yang kian menempatkan nutrisi sebagai bagian penting dari hasil akhir.

Isi EJ Sport dan fungsinya

EJ Sport adalah sport nutrition lokal berbentuk energy gel dengan kandungan sekitar 120–140 kilokalori per sachet 50 ml. Energi di dalamnya berasal dari 30 gram karbohidrat melalui kombinasi maltodekstrin dan dekstrosa.

Kombinasi tersebut dirancang untuk membantu penyediaan energi secara cepat dan berkelanjutan selama aktivitas fisik. Produk ini juga diperkaya L-Carnitine serta vitamin B3, B5, dan B6 yang berperan mendukung metabolisme energi tubuh saat berolahraga.

Dalam perkembangan olahraga lari di Indonesia, perhatian terhadap nutrisi diperkirakan akan terus menguat. Fokusnya bergeser dari sekadar mengejar waktu tercepat ke kemampuan menyelesaikan lomba dengan kondisi tubuh tetap optimal hingga garis finis.

Source: www.suara.com
Terbaru