Bank Ekspor-Impor Amerika Serikat meluncurkan Proyek Vault senilai US$12 miliar untuk membangun cadangan mineral penting. Langkah ini diarahkan untuk melindungi pasokan dari gangguan global sekaligus memperkuat rantai pasokan domestik bagi industri teknologi rendah karbon.
Program ini juga memperlihatkan upaya Washington mengurangi ketergantungan pada China, yang masih menjadi pemasok utama mineral dunia. Di saat kebutuhan mineral strategis meningkat, AS memilih menyiapkan jalur pasokan alternatif yang lebih terkendali dan lebih dekat dengan kepentingan industrinya sendiri.
Skema pendanaan Proyek Vault menggabungkan modal swasta sebesar US$2 miliar dan pinjaman Ex-Im senilai US$10 miliar. Struktur ini menunjukkan proyek tersebut tidak hanya mengandalkan kebijakan negara, tetapi juga menarik keterlibatan pelaku pasar dalam pembiayaan cadangan strategis.
Fokus pada mineral kritis
Cadangan yang disiapkan akan mendukung produksi baterai kendaraan listrik dan panel surya. Pemerintah dan Ex-Im juga mempertimbangkan sekitar 60 jenis mineral untuk dimasukkan ke dalam daftar penyimpanan ini.
Sebagian mineral itu hanya diproduksi di wilayah yang terbatas. Dalam beberapa kasus, ketersediaannya masih sangat dipengaruhi oleh China, sehingga pengadaan awal tetap akan sangat ditentukan oleh kondisi pasar.
Kepala Petugas Perbankan Ex-Im, Brian Greeley, menyebut tahap awal proyek akan mengambil mineral dari berbagai wilayah di dunia. Cara itu dipilih agar stok bisa dibangun lebih cepat sebelum pola pengadaan masuk ke tahap yang lebih terstruktur.
Urutan pasokan yang diprioritaskan
Setelah fase awal, Proyek Vault akan masuk ke model pengisian ulang yang memprioritaskan produksi domestik terlebih dahulu. Jika pasokan dalam negeri belum cukup, sumber dari negara-negara sekutu akan didahulukan, sementara sumber lain ditempatkan sebagai pilihan terakhir.
Greeley menyampaikan rincian itu dalam diskusi publik yang juga dihadiri perwakilan Glencore Plc. dan Hartree Partners LP sebagai mitra penyedia material. Dalam forum tersebut, ia menegaskan bahwa program ini akan memakai sistem hirarki pembayaran yang memberi keuntungan bagi pemasok dari Amerika Serikat.
Sistem itu disebut sebagai “waterfall” dan dirancang memberi preferensi kepada pemasok domestik, bahkan ketika material mereka lebih mahal dibanding alternatif dari sekutu. Para produsen yang ikut serta diharapkan menerima kompromi tersebut sebagai bagian dari partisipasi dalam program.
Model operasional dan penyimpanan
Proyek Vault akan dikelola berdasarkan permintaan pasar, bukan lewat instruksi langsung dari pemerintah. Produsen akan menentukan mineral mana yang akan disimpan, lalu program bekerja sama dengan pedagang spesialis untuk mengamankan stok yang dibutuhkan industri.
Skema pengadaan juga tidak akan memakai tender terbuka secara umum. Penunjukan akan diarahkan langsung kepada pedagang yang memiliki keahlian di sektor tertentu, termasuk kobalt, logam tanah jarang, dan material khusus lainnya.
Dari sisi penyimpanan, fase awal akan memanfaatkan gudang yang sudah ada milik mitra pengadaan. Ke depan, Proyek Vault direncanakan memiliki jaringan fasilitas penyimpanan mandiri melalui pembangunan atau penyewaan unit baru.
Dorongan ini menjadi bagian dari strategi terbaru pemerintahan Presiden Donald Trump dalam mencari jalur pasokan alternatif. Dengan struktur pendanaan, prioritas pasokan, dan pengelolaan yang lebih terarah, Ex-Im AS kini menempatkan cadangan mineral sebagai instrumen ekonomi sekaligus pertahanan terhadap kerentanan rantai pasok global.







