Aris Priadi dikenal luas sebagai Wak Bordir, karakter cerewet, tegas, tetapi tetap baik hati yang menjadi wajah utama kanal YouTube Warintil Official. Di balik sosok yang akrab bagi jutaan penonton itu, tersimpan perjalanan panjang dari perantau, live streamer, hingga sempat bekerja sebagai makeup artist.
Popularitas Wak Bordir tidak datang dalam sekejap. Sosok ini lahir dari kerja kolektif Aris bersama rekan-rekannya untuk membangun konten komedi yang dekat dengan keseharian, sampai Warintil Official akhirnya menembus lebih dari 10 juta subscriber.
Karakter Wak Bordir yang dekat dengan keseharian
Wak Bordir digambarkan sebagai pemilik kontrakan yang kerap kewalahan menghadapi tingkah para penyewa. Ia baik hati, tetapi sering dipusingkan oleh berbagai alasan penyewa yang mencoba menunda atau menghindari pembayaran sewa.
Daya tarik karakter ini ada pada kesederhanaan ceritanya. Konflik soal kontrakan, persoalan hidup, dan interaksi antartokoh membuat konten Warintil Official terasa akrab dan mudah diterima banyak penonton.
Aris menjadi sosok penting di balik kekuatan karakter tersebut. Perannya sebagai Wak Bordir kemudian melekat kuat dan menjadi identitas yang paling diingat publik dari Warintil Official.
Berangkat dari perantauan di Medan
Aris lahir di Julok Rayeuk, Aceh, dan tumbuh bersama kakak perempuannya, almarhumah Uun Pertiwi. Sejak masih duduk di bangku SMA, ia sudah meninggalkan kampung halaman untuk melanjutkan pendidikan.
Setelah lulus SMA, Aris meneruskan kuliah di salah satu perguruan tinggi di Kota Medan. Masa perantauan itu menjadi titik penting yang kemudian membawanya masuk ke dunia kreatif dan membuka jalan menuju popularitas.
Dari live streamer, lalu sempat jadi MUA
Sebelum dikenal sebagai kreator konten komedi, Aris lebih dulu mencoba peruntungan sebagai live streamer di salah satu aplikasi. Dari situ ia bertemu dengan Bagus dan Purwadi, lalu menjalin persahabatan sekaligus kerja kreatif.
Bersama Insaf Putra, Putra Samuel, Irwansyah, dan anggota lainnya, mereka kemudian membentuk tim yang kelak dikenal sebagai Warintil Official. Pada tahap awal, penghasilan dari live streaming tidak selalu stabil dan kadang naik turun drastis.
Kondisi itu membuat Aris mencari cara lain untuk bertahan. Ia sempat bekerja sebagai makeup artist atau MUA dengan keterampilan merias wajah yang dipelajari secara otodidak.
Profesi tersebut menjadi sumber penghasilan tambahan, tetapi tidak dijalani dalam waktu lama. Pengalaman itu menunjukkan bahwa jalan Aris menuju dunia hiburan berlangsung bertahap, dengan berbagai pekerjaan sebelum menemukan bentuk yang paling pas.
Membangun Warintil Official dari nol
Ketidakpastian penghasilan mendorong Aris dan rekan-rekannya mengambil keputusan penting untuk fokus membangun Warintil Official sebagai kanal YouTube. Mereka memilih komedi bertema keseharian sebagai fondasi utama konten.
Pilihan itu menuntut kesabaran dan konsistensi karena membangun audiens di platform digital tidak bisa terjadi dalam waktu singkat. Namun, mereka terus memproduksi karya dengan keyakinan bahwa humor yang membumi akan menemukan penontonnya.
Hasilnya terlihat perlahan ketika jumlah penonton terus bertambah. Warintil Official kemudian tumbuh menjadi salah satu kanal komedi besar di Indonesia.
Pencapaian lebih dari 10 juta subscriber menjadi penanda penting dari kerja kolektif tersebut. Angka itu sekaligus menunjukkan bahwa cerita sederhana tentang kehidupan sehari-hari masih punya daya tarik besar di layar digital.
Bagi Aris, keberhasilan sebagai Wak Bordir bukan hanya soal popularitas di depan kamera. Perjalanannya memperlihatkan proses panjang dari seorang perantau yang pernah hidup dalam ketidakpastian, mencoba berbagai pekerjaan, lalu menemukan tempatnya di industri konten digital.
Di balik tawa yang hadir dalam setiap episode Warintil Official, ada kisah kerja keras yang tidak sederhana. Aris Priadi menempuh jalan dari Aceh ke Medan, dari live streaming ke dunia komedi, lalu dikenal luas sebagai Wak Bordir.
