Krisis BBM di Rusia Dorong Pemburu Mobil Beralih ke China, Diler Kewalahan

Author: Cung Media

Krisis bahan bakar minyak di Rusia mulai mengubah pilihan pembeli mobil. Di Moskow, diler kendaraan listrik dan hybrid bahkan kewalahan karena semakin banyak pengendara ingin menghindari antrean panjang dan lonjakan harga BBM.

Perubahan itu muncul saat pasokan bensin dan solar di Rusia tertekan oleh serangan Ukraina ke infrastruktur energi. Pembatasan pasokan meluas di banyak wilayah, sementara harga eceran bensin di sejumlah daerah naik ke level tertinggi di Eropa menurut kalkulasi Reuters.

China jadi pihak yang paling diuntungkan

Di tengah situasi itu, minat terhadap mobil listrik dan plug-in hybrid asal China ikut terdorong naik. Sergei Udalov, direktur eksekutif lembaga analitik Autostat, menyebut penjualan akan tumbuh signifikan bila krisis berlanjut dan China menjadi penerima manfaat utama dari pergeseran permintaan tersebut.

Autostat mencatat merek mobil listrik dan hybrid terlaris di Rusia saat ini berasal dari produsen China, yaitu Geely, Dongfeng, GAC, dan Chery. Model listrik produksi lokal Rusia yang paling laku, Evolute, juga dirakit dari kit yang dipasok Dongfeng.

Kategori Data Utama Keterangan
Plug-in hybrid baru 24.600 unit Terjual dalam lima bulan pertama tahun ini, naik 125 persen secara tahunan
Mobil listrik murni 4.460 unit Naik 19 persen secara tahunan menurut Autostat dan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Rusia
Registrasi plug-in hybrid pekan lalu 1.754 unit Hampir sepertiga lebih tinggi dibanding pekan sebelumnya dan hampir 50 persen di atas rata-rata mingguan tahun ini

Lonjakan minat itu sebenarnya sudah terlihat sebelum krisis pasokan bensin memburuk. Harga BBM di Rusia lebih dulu naik lebih dari 12 persen secara tahunan pada periode Januari-Mei, lalu kelangkaan pasokan mempercepat tren yang sudah berjalan.

Stok belum mengejar permintaan

Kenaikan permintaan datang saat pabrikan dan importir belum siap. Stok mobil listrik dan plug-in hybrid yang tersedia di pasar belum cukup untuk memenuhi lonjakan minat pembeli.

Meski begitu, porsi kendaraan listrik dan plug-in hybrid di Rusia masih kecil dibanding pasar total. Tahun lalu, keduanya baru menyumbang 4,3 persen dari total penjualan mobil di negara itu.

Sebagian warga Rusia juga memilih jalan lain agar tetap bisa berkendara saat BBM sulit didapat. Mereka memasang alat khusus pada kendaraan agar bisa beralih memakai gas alam cair yang lebih murah dan lebih tersedia dibanding bensin maupun solar.

Tantangan pengisian daya masih terasa

Infrastruktur pengisian ikut menjadi pekerjaan rumah. Jumlah stasiun pengisian daya di Rusia naik 20 persen dalam setahun hingga Juli 2026 menurut layanan peta digital 2GIS, tetapi pengisian di kota besar tetap menjadi tantangan bagi sebagian pemilik kendaraan listrik.

Seorang pelanggan diler Moskow bernama Vasiliy mengatakan dirinya beruntung sudah lebih dulu membeli mobil hybrid dan mobil listrik. Ia menilai situasi saat ini tidak terlalu mengganggunya karena sudah memasang stasiun pengisian daya sendiri di rumahnya di pedesaan.

“Di Moskow, itu masalah nyata untuk mengisi daya dengan benar,” ujar Vasiliy. Ia juga menilai lonjakan minat terhadap mobil listrik ini mungkin tidak akan bertahan lama.

Source: www.cnnindonesia.com
Terbaru