Kesempatan tampil di panggung besar D’Academy 4 pernah diraih Ari Izam pada 2017. Namun, ia memilih melepas golden ticket itu demi memenuhi janji merias pengantin untuk klien yang telah memesan jasanya lebih dulu.
Keputusan tersebut diambil saat Ari berusia 20 tahun dan masih menjalani kuliah sambil bekerja sebagai makeup artist. Pilihan menjaga kepercayaan klien itu kemudian menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kariernya di dunia kecantikan.
Jadwal Panggung Berbenturan dengan Pesanan Pengantin
Ari mendapatkan golden ticket setelah mengikuti audisi D’Academy 4 di hadapan King Nassar, Beniqno, dan Inul Daratista. Peluang itu membuka jalan baginya menuju kompetisi dangdut dengan panggung yang jauh lebih besar.
Di saat yang sama, jadwal siaran langsung kompetisi ternyata bertabrakan dengan pekerjaan merias pengantin. Pesanan tersebut sudah dibuat sekitar tiga bulan sebelumnya, sehingga Ari memilih datang kepada klien yang telah mempercayakan hari pentingnya kepada dirinya.
Pilihan itu bukan berarti Ari menutup minatnya terhadap dunia tarik suara. Ia hanya menempatkan tanggung jawab profesional sebagai prioritas ketika dua kesempatan penting datang dalam waktu bersamaan.
Menurut Liputan6, perjalanan Ari di dunia tata rias telah dimulai sejak 2011. Saat itu, pendidikan yang ditempuhnya berada di bidang komputer, tetapi pekerjaan merias perlahan memberinya arah karier yang lebih menjanjikan.
Ari pernah membandingkan penghasilan dari pekerjaan rias dengan profesi lain yang dijalaninya. “Itu hitungannya dari jam tiga subuh, setengah enam (pagi) sudah kelar dapat 300 ribu. Saya MC seharian dapat 200 ribu,” ungkap Ari Izam.
Fokus Mengasah Profesi Makeup Artist
Setelah melihat potensi di bidang kecantikan, Ari memutuskan menekuni profesi makeup artist dengan lebih serius. Ia mengikuti kursus dan workshop di Jakarta untuk meningkatkan kemampuan sekaligus profesionalismenya.
“Dari situ lah mutuskan untuk terjun (MUA). Kalau sudah terjun, harus fokus. Saya kursus ke Jakarta, ikut workshop dan sebagainya,” jelasnya.
Perjalanan Ari tidak hanya bertumpu pada pekerjaan merias secara langsung. Ia juga membangun kehadiran digital melalui kanal YouTube yang telah dibuat sejak 2014 untuk membagikan konten makeup.
| Periode | Perjalanan Ari Izam |
|---|---|
| 2011 | Mulai menekuni dunia tata rias. |
| 2014 | Membuat kanal YouTube untuk konten makeup. |
| 2017 | Meraih golden ticket D’Academy 4 dan kembali mendapat penghasilan Google Adsense. |
| Awal 2018 | Mendapat silver play button setelah pertumbuhan jumlah pelanggan kanalnya. |
| 2020 | Video transformasi rias seorang nenek berusia 60 tahun mendapat perhatian luas. |
YouTube Membuka Panggung Lain
Aktivitas di YouTube berkembang secara bertahap dan sempat mengalami penghentian penghasilan dari Google Adsense. Ari menyebut kanalnya kembali menghasilkan pada 2017 ketika jumlah pelanggan masih di bawah 100 ribu.
Pada awal 2018, ia memperoleh silver play button setelah jumlah pelanggan kanalnya bertumbuh. Perkembangan ini memberi Ari ruang lain untuk memperkenalkan kemampuan merias kepada audiens yang lebih luas.
Perhatian besar datang pada 2020 melalui video transformasi makeup seorang nenek berusia 60 tahun. Video berjudul NENEK VIRAL!! Umur 60 TAHUN Jadi PENGANTIN (SUPER CANTIK) Umur 20 Tahun! itu telah ditonton lebih dari 1,62 juta kali pada Juli 2020.
Konten tersebut menampilkan perubahan penampilan melalui riasan pengantin dan memunculkan beragam respons penonton. Ari menanggapi komentar negatif yang muncul di kolom komentar dengan santai.
Dalam proses rias, ia menggunakan lem kertas toxic free untuk membantu menutupi tekstur alis. Ia juga memakai makeup correcting base untuk menyamarkan flek hitam agar hasil riasan tampak lebih halus dan natural.
Kini Ari Izam dikenal sebagai makeup artist profesional sekaligus influencer kecantikan dengan jutaan pengikut di berbagai platform media sosial. Keputusannya melepas satu kesempatan panggung pada 2017 justru menguatkan langkahnya membangun karier pada bidang yang dipilihnya.
