Yamaha JOG E dan Honda EM1 e: menawarkan kejutan menarik di segmen skuter listrik kompak Jepang. Keduanya memakai baterai yang sama, tetapi pendekatan desain dan fitur hariannya justru mengarah ke kebutuhan pengguna yang berbeda.
Kesamaan pada motor, baterai, kecepatan puncak, hingga jarak tempuh membuat selisih pilihan tidak semata ditentukan oleh angka performa. Pengendara perlu melihat karakter bodi, kemudahan manuver, dan fitur praktis yang dibawa masing-masing model.
Fondasi Performa Hampir Kembar
Menurut Ridertua.com, kedua skuter menggunakan motor listrik 1,7 kW dengan torsi 90 Nm. Kecepatan maksimumnya sama-sama 45 km/jam, sedangkan jarak tempuhnya diklaim dapat mencapai 53 km dalam sekali pengisian.
JOG E dan EM1 e: juga mengandalkan Honda Mobile Power Pack e:, baterai lithium-ion yang dapat dilepas dari kendaraan. Sistem ini memberi keleluasaan bagi pengguna perkotaan untuk membawa baterai ke rumah atau memanfaatkan fasilitas penukaran baterai yang tersedia.
Keberadaan baterai lepas-pasang menjadi nilai penting bagi pemilik yang tidak memiliki titik pengisian daya di area parkir. Pengguna tidak perlu selalu memindahkan skuter ke lokasi pengisian karena unit baterainya dapat diangkat secara terpisah.
| Aspek | Yamaha JOG E | Honda EM1 e: |
|---|---|---|
| Motor listrik | 1,7 kW, torsi 90 Nm | 1,7 kW, torsi 90 Nm |
| Baterai | Honda Mobile Power Pack e: lepas-pasang | Honda Mobile Power Pack e: lepas-pasang |
| Kecepatan maksimum | 45 km/jam | 45 km/jam |
| Jarak tempuh | Hingga 53 km | Hingga 53 km |
| Bobot | Sekitar 92 kg | Sekitar 92 kg |
| Harga di Jepang | 323.400 yen | Mulai 320.100 yen |
JOG E Membawa Rasa Skutik yang Lebih Familier
Yamaha JOG E mempertahankan siluet ramping keluarga JOG dengan dek kaki datar dan tampilan retro-modern. Bentuk tersebut membuatnya terasa lebih dekat dengan skutik bensin konvensional dibandingkan rivalnya.
Bobotnya sekitar 92 kg, sehingga JOG E diarahkan untuk penggunaan lincah di jalan perkotaan maupun area parkir. Radius putar yang kecil serta penyaluran tenaga halus juga mendukung pengendara pemula dan pengguna yang menginginkan kendali sederhana.
Perlengkapan JOG E mencakup lampu LED, panel instrumen digital, Smart Key, Combined Brake System atau CBS, serta regenerative braking. Skuter ini juga menyediakan USB charger dan bagasi untuk mendukung perjalanan harian jarak pendek.
Karakter utamanya berada pada pengalaman berkendara yang mudah dikenali oleh pengguna skutik biasa. Yamaha tampak mengarahkan JOG E kepada pengguna yang ingin beralih ke listrik tanpa mengubah kebiasaan berkendara secara drastis.
EM1 e: Mengutamakan Kemudahan di Ruang Sempit
Honda EM1 e: tampil dengan bahasa desain yang lebih modern dan minimalis, tetap mengusung bodi kompak serta dek kaki datar. Lampu depan LED turut memperkuat identitasnya sebagai kendaraan listrik perkotaan yang lebih futuristis.
Pembeda paling jelas ada pada fitur reverse assist yang membantu menggerakkan skuter mundur saat berada di ruang terbatas. Fitur tersebut dapat berguna ketika kendaraan harus keluar dari posisi parkir yang sempit.
Selain reverse assist, EM1 e: dibekali lampu full LED, panel instrumen LCD, Smart Key, USB Type-C charger, dan CBS. Akselerasi halus serta pengendalian yang mudah menjadi bagian dari fokusnya untuk mobilitas harian.
Harga kedua model di Jepang juga sangat berdekatan, dengan JOG E dibanderol 323.400 yen dan EM1 e: mulai 320.100 yen. Harga yang disebutkan sudah mencakup pajak, baterai, serta charger khusus.
Dengan performa dasar yang nyaris identik, keputusan akhirnya lebih banyak ditentukan oleh karakter pemakaian. JOG E menonjolkan rasa skutik konvensional yang ringan, sedangkan EM1 e: menawarkan tampilan modern dan bantuan mundur yang lebih praktis.
