Andie Peci Pergi, Warisan Perjuangannya untuk Persebaya dan Keadilan Tetap Hidup

Author: Cung Media

Kabar duka datang dari keluarga besar Persebaya Surabaya. Andy Kristiantono, yang lebih dikenal sebagai Andie Peci, meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) di usia 60 tahun setelah beberapa bulan berjuang melawan penyakit.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi Bonek dan komunitas sepak bola Indonesia. Sosoknya bukan hanya dikenal sebagai suporter vokal, tetapi juga sebagai figur yang konsisten mengawal isu sosial di luar stadion.

Nama yang identik dengan perjuangan Persebaya

Selama bertahun-tahun, Andie Peci menjadi salah satu tokoh suporter paling dikenal di Indonesia. Namanya erat dengan masa-masa ketika Persebaya Surabaya harus bertahan di tengah dualisme kompetisi sepak bola nasional.

Ia termasuk figur yang paling lantang memperjuangkan agar klub berjuluk Bajul Ijo itu kembali mendapat tempat di kompetisi resmi. Peran itu membuat namanya terus diingat oleh Bonek dan para pencinta sepak bola yang mengikuti perjalanan panjang klub asal Surabaya tersebut.

Fakta Utama Detail
Nama Andy Kristiantono, dikenal sebagai Andie Peci
Usia 60 tahun
Wafat Jumat (10/7/2026)
Lokasi RSUD dr. Mohamad Soewandhie, Surabaya
Dikenal sebagai Suporter Bonek, pejuang Persebaya, dan aktivis buruh

Tak berhenti di tribun

Andie juga dikenal aktif menyuarakan isu kemanusiaan dalam sepak bola. Salah satu sikap yang konsisten ia kawal adalah tuntutan keadilan bagi para korban Tragedi Kanjuruhan 2022 yang menewaskan 135 orang.

Di luar dunia suporter, ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia atau KASBI. Dalam kapasitas itu, ia kerap terlibat dalam aksi-aksi yang memperjuangkan hak pekerja.

Menurut laporan Suara.com, warisan perjuangan Andie Peci tidak hanya melekat pada Persebaya, tetapi juga pada gerakan sosial yang lebih luas. Sosoknya dikenang sebagai pribadi yang kritis, progresif, dan konsisten memperjuangkan isu di dalam maupun di luar lapangan.

Informasi wafatnya Andie Peci pertama kali diketahui melalui unggahan rekannya di komunitas Bonek, Cak Ipul, di Instagram. Dalam unggahan itu, Cak Ipul menulis, “Innalillahi wa innalillahi rojiun. Sugeng tindak Mas Andie Peci. Sampean wis mboten sakit maleh,” yang kemudian memicu gelombang duka di kalangan pendukung Persebaya.

Andie mengembuskan napas terakhir di RSUD dr. Mohamad Soewandhie, Surabaya, dan kepergiannya meninggalkan ruang kosong di tengah keluarga besar Bonek serta gerakan buruh yang selama ini ia suarakan. Bagi banyak orang, namanya akan tetap hadir sebagai bagian dari sejarah perjuangan Persebaya dan pengawalan keadilan bagi sesama.

Source: www.suara.com
Terbaru