Ada Potensi Bola Api Saat Fajar, Begini Cara Menyaksikan Eta Aquarid dengan Mata Telanjang

Author: Cung Media

Hujan meteor Eta Aquarid akan mencapai puncaknya pada Selasa malam hingga Rabu dini hari, dan perhatian terbesar tertuju pada potensi munculnya bola api yang jauh lebih terang dari meteor biasa. Fenomena ini menjadi salah satu tontonan langit yang paling dinanti pada Mei karena bisa menghadirkan meteor cepat dengan jejak cahaya yang jelas.

Waktu terbaik untuk mengamatinya ada pada rentang sekitar pukul 02.00 hingga menjelang fajar, saat titik radian sudah lebih tinggi di langit. Pada fase ini, peluang melihat meteor biasanya lebih besar, meski aktivitasnya tetap bisa terlihat beberapa hari sebelum dan sesudah puncak.

Jejak Komet Halley di langit dini hari

Eta Aquarid muncul saat Bumi melintasi jalur orbit Komet Halley yang dipenuhi debu dan batuan kecil. Partikel-partikel itu masuk ke atmosfer dengan kecepatan sekitar 66 kilometer per detik, lalu terbakar dan memunculkan garis cahaya dari permukaan Bumi.

Hujan meteor ini berasal dari sisa material Komet Halley atau 1P/Halley. Komet tersebut hanya mendekati Bumi sekitar 76 tahun sekali, dengan lintasan terakhir pada 1986, tetapi material yang ditinggalkannya tetap berada di sepanjang orbit.

Kecepatan tinggi partikel itulah yang membuat Eta Aquarid dikenal mampu meninggalkan jejak cahaya atau trains selama beberapa detik. Efek visual ini sering membuat penampakan meteor terasa lebih dramatis saat langit cukup gelap.

Mengapa pengamatan tahun ini menarik

Space menyebut ada potensi kemunculan bola api atau fireballs pada pengamatan kali ini. Bola api adalah meteor berukuran lebih besar dan lebih terang dibanding bintang di sekitarnya, sehingga lebih mudah menarik perhatian di langit malam.

Namun, kondisi langit juga membawa tantangan. EarthSky mencatat fase bulan berada pada waning gibbous dengan kecerahan sekitar 84 persen, sehingga cahaya bulan dapat menutup meteor yang lebih redup.

Titik radian Eta Aquarid berada di rasi Aquarius, dekat bintang Eta Aquarii, yang terletak di arah timur hingga tenggara. Meski begitu, meteor bisa muncul dari berbagai arah, jadi pengamat tidak perlu terpaku pada satu titik saja.

Cara terbaik melihat dengan mata telanjang

Eta Aquarid justru lebih efektif diamati tanpa teleskop atau alat optik khusus. Mata telanjang memberi bidang pandang yang lebih luas, sehingga meteor lebih mudah tertangkap saat melintas cepat.

Lokasi yang gelap sangat membantu, terutama area yang jauh dari polusi cahaya seperti pedesaan, pantai, atau pegunungan. Setelah sampai di lokasi, mata perlu sekitar 20 menit hingga 30 menit untuk beradaptasi dengan gelap.

Pengamat juga disarankan menghindari cahaya ponsel atau lampu terang selama proses pengamatan. Posisi berbaring atau memakai kursi lipat bisa membuat pandangan ke langit lebih nyaman dalam waktu lama.

Menghadap ke arah yang menjauh dari bulan juga membantu langit terlihat lebih gelap. Dengan kondisi itu, meteor yang redup punya peluang lebih besar untuk terlihat.

Tips memotret fenomena ini

Bagi yang ingin mengabadikannya, tripod sangat penting agar kamera stabil saat memakai teknik long exposure. Lensa sudut lebar juga berguna untuk menangkap area langit yang lebih luas.

Pengaturan kamera dapat menggunakan bukaan besar seperti f/1.8 atau f/2.8, mode manual, ISO 1600 hingga 3200, serta shutter speed sekitar 15 detik sampai 25 detik. Fokus lensa sebaiknya diatur manual ke infinity atau dikunci pada bintang paling terang yang tampak.

Udara dini hari cenderung lebih dingin, jadi jaket, selimut, atau minuman hangat bisa membantu menjaga kenyamanan selama pengamatan. Dengan lokasi yang tepat dan waktu yang pas, peluang melihat meteor terang hingga bola api tetap terbuka meski cahaya bulan masih cukup kuat.

Source: www.beritasatu.com
Terbaru