AADI Siapkan Rp5 Triliun Untuk Buyback Saham, Sinyal Menjaga Harga Dan Kepercayaan Investor

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menyiapkan dana maksimal Rp5 triliun untuk membeli kembali saham atau buyback. Langkah ini akan dijalankan setelah perusahaan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 22 Mei 2026.

Manajemen menilai aksi korporasi tersebut dapat membantu menjaga stabilitas harga saham dan memperkuat kepercayaan investor. AADI juga menyebut buyback berpotensi membuat pergerakan saham lebih mencerminkan kinerja serta nilai fundamental perusahaan.

Rencana buyback dan jadwal pelaksanaan

AADI menyampaikan rencana buyback melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 16 April 2026. Dalam dokumen itu, perseroan menegaskan nilai pembelian kembali saham dibatasi hingga Rp5.000.000.000.000.

Pelaksanaan buyback dijadwalkan mulai 23 Mei 2026, atau segera setelah RUPST selesai digelar. Aksi ini akan berlangsung maksimal 12 bulan sejak persetujuan resmi pemegang saham diberikan.

Tujuan utama kebijakan ini

Manajemen AADI menjelaskan bahwa buyback tidak hanya ditujukan untuk menahan volatilitas harga. Perseroan juga ingin meningkatkan likuiditas perdagangan saham agar transaksi di pasar berjalan lebih sehat.

Dalam pasar modal, buyback kerap dipandang sebagai sinyal bahwa emiten memiliki keyakinan terhadap prospek usaha mereka. Karena itu, langkah AADI dapat dibaca sebagai upaya menjaga persepsi positif investor di tengah kondisi pasar yang berubah cepat.

Sumber dana dinilai aman bagi operasional

AADI menegaskan dana Rp5 triliun untuk buyback tidak akan mengganggu kegiatan usaha maupun target pendapatan tahunan. Perseroan menyebut pembiayaan aksi ini berasal dari saldo laba dan arus kas internal yang masih memadai.

Pernyataan tersebut penting karena investor biasanya menilai apakah buyback akan menekan likuiditas perusahaan. Dalam rencana AADI, manajemen berupaya menunjukkan bahwa aksi korporasi ini tetap berjalan dengan prinsip kehati-hatian keuangan.

Sorotan pasar terhadap langkah AADI

Sebagai emiten di bawah grup Garibaldi “Boy” Thohir, AADI menjadi perhatian pasar karena nilai buyback yang besar. Kebijakan ini juga dinilai bisa menjadi penanda bahwa perusahaan ingin menjaga stabilitas dan kepercayaan investor dalam kondisi pasar yang dinamis.

Berikut poin utama rencana buyback AADI:

  1. Nilai maksimal buyback: Rp5 triliun.
  2. Mulai pelaksanaan: 23 Mei 2026.
  3. Jangka waktu pelaksanaan: maksimal 12 bulan.
  4. Sumber dana: saldo laba dan arus kas internal.
  5. Tujuan: menjaga stabilitas harga, meningkatkan likuiditas, dan mendukung nilai fundamental saham.

Pelaku pasar biasanya memantau buyback secara ketat karena aksi ini dapat memengaruhi dinamika perdagangan saham. Bagi AADI, fokus berikutnya akan tertuju pada persetujuan RUPST, eksekusi program, serta respons investor setelah kebijakan tersebut mulai dijalankan.

Baca Juga

Back to top button