7 Hewan Ini Hampir Selalu Melahirkan Satu Anak, dan Ada Alasan Besarnya

Di dunia hewan, melahirkan satu anak dalam satu kehamilan bukan sekadar soal jumlah. Pada banyak spesies, pola ini justru menjadi strategi untuk memberi energi, perlindungan, dan perhatian yang jauh lebih besar pada satu keturunan.

Alasannya beragam, mulai dari ukuran tubuh anak yang sangat besar, masa tumbuh yang panjang, hingga kebutuhan belajar yang rumit sejak lahir. Karena itu, jumlah anak yang sedikit sering diimbangi peluang bertahan hidup yang lebih tinggi.

1. Simpanse

Simpanse betina biasanya hanya melahirkan satu bayi dalam satu waktu. Membesarkan bayi simpanse membutuhkan investasi waktu dan sumber daya yang besar.

Bayi simpanse bergantung pada induknya selama beberapa bulan pertama hingga masa remaja. Induk juga mengajarkan keterampilan penting dan perilaku sosial agar anak mampu bertahan hidup di lingkungannya.

2. Gajah

Kebanyakan induk gajah juga hanya melahirkan satu bayi sekali melahirkan. Kasus anak kembar memang ada, tetapi tergolong langka dan hanya terjadi pada satu dari seratus kelahiran.

Ukuran bayi gajah menjadi salah satu alasannya. Saat lahir, anak gajah dapat memiliki berat lebih dari 100 kg, sehingga mengandung dua bayi besar sekaligus bisa sangat berbahaya bagi induk.

3. Kuda Nil

Kuda nil betina mencapai kematangan seksual saat berusia 3 atau 4 tahun, tetapi biasanya baru mulai kawin pada usia sekitar 7 atau 8 tahun. Setelah melahirkan, kuda nil betina tidak akan berovulasi selama sekitar satu setengah tahun.

Karena itu, kuda nil betina umumnya hanya melahirkan satu anak setiap dua tahun. Meski dikenal agresif dan penyendiri, induk kuda nil tetap sangat berdedikasi dalam menjadikan keturunannya kuat dan sehat.

4. Lumba-lumba

Lumba-lumba memiliki masa kehamilan yang bervariasi antarspesies, yaitu antara 11 hingga 17 bulan. Kebanyakan spesies lumba-lumba hanya melahirkan satu keturunan dalam satu waktu.

Mereka juga dikenal memulai aktivitas seksual pada usia yang lebih muda dibandingkan mamalia lain, bahkan sebelum matang seksual. Dalam upaya meningkatkan peluang bereproduksi, lumba-lumba jantan terkadang memperkosa lumba-lumba betina lain.

5. Lemur

Pada lemur ekor cincin, masa kawin berlangsung pada pertengahan April hingga pertengahan Mei. Masa kehamilannya sekitar 135 hari, lalu induk biasanya melahirkan pada bulan September atau Oktober.

Kelahiran umumnya menghasilkan satu bayi lemur, meski kembar juga bisa terjadi. Setelah lahir, bayi lemur terus digendong induknya dan disapih saat berusia 5 bulan.

6. Jerapah

Saat lahir, anak jerapah rata-rata memiliki tinggi 1,8 meter dan berat sekitar 65 kilogram. Bayi jerapah tumbuh sangat cepat dan tingginya bisa menjadi dua kali lipat pada tahun pertama.

Biasanya jerapah hanya melahirkan satu anak, walau kelahiran kembar pernah tercatat. Anak jerapah mampu berdiri satu jam setelah lahir dan segera menyusu pada induknya, lalu terus menyusu selama 9 hingga 12 bulan.

7. Badak

Badak jantan mencapai kematangan seksual antara usia 10 dan 12 tahun, sedangkan badak betina pada usia 6 hingga 7 tahun. Selama masa kawin, pejantan mengikuti betina sampai betina siap kawin.

Masa kehamilan badak betina mencapai 16 bulan. Seekor badak betina kemudian melahirkan satu anak dengan berat antara 40 dan 65 kg.

Walau sama-sama melahirkan satu anak, setiap spesies punya alasan biologis yang berbeda. Pola itu menunjukkan bahwa pada hewan tertentu, kualitas perawatan sering lebih diutamakan daripada jumlah keturunan.

Source: www.idntimes.com

Terkait