Persaingan panel surya global kembali memanas setelah Trina Solar mencatat efisiensi modul 29,2% dengan daya puncak 907 watt. Pencapaian itu langsung menempatkan perusahaan asal China tersebut di atas rekor sebelumnya milik Qcells dari Hanwha Corp, Korea Selatan.
Yang membuat kabar ini penting bukan hanya angka efisiensinya, tetapi juga skala modul yang dipakai. Trina memakai desain tandem perovskite-silikon pada wafer standar 210 mm, sehingga hasilnya lebih dekat ke kebutuhan produksi massal ketimbang sekadar demonstrasi laboratorium.
Rekor yang sudah masuk wilayah komersial
Qcells sebelumnya memegang rekor efisiensi sel surya silikon area besar dengan angka 28,6%. Rekor itu juga dicapai lewat kombinasi lapisan atas perovskite dan lapisan bawah silikon, dan dibuktikan pada sel standar industri yang ditujukan untuk manufaktur massal.
Trina tidak berhenti pada efisiensi modul. Perusahaan itu juga melaporkan efisiensi 32,6% pada sel half-cut, yang menunjukkan teknologi tersebut bisa diterapkan pada format berbeda tanpa kehilangan daya tarik komersial.
Mengapa tandem perovskite-silikon menarik industri
Desain tandem bekerja dengan menumpuk dua material untuk menangkap spektrum cahaya matahari yang lebih luas. Lapisan perovskite menyerap gelombang berenergi lebih tinggi, sementara silikon menangkap cahaya yang lolos dari lapisan atas.
Pendekatan ini membuat panel bisa mengubah lebih banyak energi matahari menjadi listrik dari area yang sama. Bagi pengembang proyek, itu berarti peluang menekan kebutuhan lahan dan menaikkan output per panel.
Trina juga mengembangkan struktur interkoneksi baru di antara dua lapisan tersebut. Struktur itu membantu mengurangi kehilangan energi dan memperlancar aliran arus listrik, yang ikut mendorong efisiensi ke level rekor.
Daya keluaran ikut melonjak tajam
Selain efisiensi, daya keluaran juga menjadi sorotan utama. Modul terbaru Trina menghasilkan 907 watt, naik dari rekor sebelumnya yang berada di 808 watt.
Selisih itu jauh di atas output panel surya konvensional yang banyak digunakan di lapangan. Dampaknya bisa terasa langsung bagi proyek skala besar, karena kapasitas yang sama berpotensi dicapai dengan modul lebih sedikit atau dengan hasil energi lebih tinggi dari area instalasi yang terbatas.
Perovskite dan tantangan menuju pasar luas
Perovskite disebut menjanjikan karena mampu mengubah spektrum cahaya yang lebih luas dibandingkan silikon tradisional. Material ini juga berpotensi diproses menjadi tinta dan dicetak pada suhu ruangan, sehingga biaya produksi bisa ditekan.
Secara teori, tandem perovskite-silikon bahkan dapat mendorong efisiensi maksimum melampaui 40%. Karena itu, banyak riset dan investasi mengarah ke teknologi ini sebagai jalan keluar dari batas kemampuan panel silikon konvensional.
Namun, tantangan utamanya masih ada pada daya tahan. Sel perovskite murni dapat cepat terdegradasi saat terkena kelembapan, panas, dan sinar UV.
Langkah industri mulai bergerak
Meski begitu, sejumlah perusahaan sudah mulai memproduksi dan mengirimkan modul dalam skala lebih besar. Caelux di California memakai teknologi Active Glass untuk membangun hybrid-tandem di lini perakitan yang sudah ada.
Sementara itu, Oxford PV di Inggris telah mengirim modul dengan efisiensi hingga 24,5% kepada pelanggan utilitas di AS dan Eropa. Perkembangan ini menunjukkan teknologi tandem tidak lagi berhenti di papan riset, tetapi mulai masuk tahap pembuktian industri.
Pencapaian Trina menegaskan bahwa kompetisi panel surya kini bergerak dari sekadar rekor laboratorium ke kemampuan membangun modul berukuran industri yang tetap efisien untuk pemakaian jangka panjang di lapangan.







