Stiker jasa sedot WC yang biasanya tampak seperti iklan biasa di ruang publik ternyata dipakai untuk menyamarkan peredaran narkotika di Jakarta Timur. Modus ini membuat promosi sabu dan tembakau sintetis terlihat seperti informasi layanan yang tidak mencurigakan.
Pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan warga yang melihat aktivitas peredaran narkotika di kawasan Cipayung. Dari sana, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kemudian melakukan penyelidikan dan pemantauan hingga mengarah pada seorang pria berinisial RRM, 24 tahun.
Stiker dipasang di titik-titik umum
Kanit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, IPDA Gandi Rezeki Sinaga, menyebut stiker bertuliskan “Sedot WC” ditempel di sejumlah titik sepanjang jalan wilayah Cipayung. Pola itu diduga sengaja dipilih agar promosi narkoba tampak seperti iklan jasa biasa yang sering dijumpai di tiang listrik, pohon, atau tembok pinggir jalan.
Dengan cara itu, pesan penjualan bisa disamarkan di tengah lingkungan yang setiap hari dilalui warga. Situasi tersebut membuat aktivitas peredaran narkotika lebih sulit dikenali secara kasat mata.
Penangkapan di rumah kontrakan
Petugas menangkap RRM pada malam hari saat ia berada di depan sebuah rumah kontrakan di Cipayung. Setelah diamankan, polisi menemukan sebuah kantong plastik hitam berisi sabu saat penggeledahan awal.
Penggeledahan berlanjut ke kamar kontrakan dan petugas kembali menemukan barang bukti lain yang terkait dengan narkotika. Seluruh temuan itu memperkuat dugaan bahwa pelaku tidak hanya menyimpan barang haram, tetapi juga menyiapkan sarana untuk distribusi.
Barang bukti yang disita
Dari lokasi penangkapan, polisi menyita sabu seberat 102,45 gram, 17 sedotan plastik berisi sabu, tembakau sintetis seberat 15 gram, dan 6 botol cairan atau bibit sintetis. Petugas juga mengamankan 2 timbangan digital, 2 unit ponsel, serta sejumlah plastik klip kosong yang diduga dipakai untuk mengemas narkotika.
Seluruh barang bukti bersama tersangka kini dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Metro Jaya untuk penyelidikan lebih lanjut. Temuan ini menunjukkan bahwa iklan sederhana di ruang publik bisa dimanfaatkan untuk menutupi kejahatan yang jauh lebih serius.
Kasus di Cipayung juga menegaskan pentingnya laporan masyarakat dalam membantu polisi membaca pola peredaran narkotika yang makin beragam. Di tengah tampilan yang seolah-olah biasa, penyamaran seperti ini justru bisa menjadi pintu masuk bagi jaringan peredaran narkoba untuk bergerak lebih leluasa.
Source: www.medcom.id






