Kepulangan jemaah haji Indonesia terus bergerak, tetapi perjalanan pulang mereka belum benar-benar selesai. Hingga Sabtu, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan bahwa 62 persen jemaah sudah kembali ke Tanah Air.
Data kumulatif menunjukkan 329 kloter telah tiba di Indonesia dengan total 129.025 orang. Dari jumlah itu, 127.709 merupakan jemaah haji dan 1.316 adalah petugas yang ikut mendampingi perjalanan.
Ribuan Jemaah Masih Bergerak dari Arab Saudi
Proses pemulangan masih berjalan dari dua pintu utama, yakni Jeddah dan Madinah. Kemenhaj mencatat 267 kloter telah diberangkatkan melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, dengan total 104.753 orang.
Rinciannya terdiri atas 103.687 jemaah haji dan 1.066 petugas. Sementara itu, dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz di Madinah, sebanyak 70 kloter telah dipulangkan dengan membawa 27.179 orang, termasuk 26.898 jemaah dan 281 petugas.
Di sisi lain, rangkaian perpindahan jemaah dari Makkah ke Madinah juga masih berlangsung. Hingga saat ini, 226 kloter dengan total 87.496 orang telah diberangkatkan dalam tahap kepulangan tersebut.
Jemaah Haji Khusus Pulang Bertahap
Selain jemaah haji reguler, kepulangan jemaah haji khusus juga terus tercatat. Total jemaah haji khusus yang sudah tiba di Indonesia mencapai 15.802 orang.
Jumlah itu terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas. Catatan ini memperlihatkan bahwa layanan pemulangan berjalan untuk berbagai kelompok jemaah sesuai skema yang telah disiapkan.
Imbauan Agar Nilai Haji Tetap Terjaga
Pemerintah berharap kepulangan para jemaah tidak berhenti pada selesainya ibadah, tetapi menjadi awal untuk menebarkan nilai kebaikan di lingkungan masing-masing. Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menegaskan bahwa pengalaman spiritual selama berhaji perlu tercermin dalam sikap sehari-hari.
“Perjalanan haji tidak berakhir ketika jamaah sampai di rumah. Justru dari situlah dimulai pengabdian baru,” ujar Maria di Makkah, dikutip dari Antara.
Maria menambahkan bahwa kemabruran semestinya tampak dalam sikap, kepedulian, dan kontribusi nyata bagi keluarga maupun masyarakat. Ia juga menyoroti kedisiplinan jemaah selama proses kepulangan, termasuk kepatuhan untuk tidak membawa air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin.
Menurut dia, kepatuhan terhadap aturan tersebut membantu pemeriksaan keamanan berjalan lebih lancar dan mendukung keselamatan penerbangan. Air zamzam telah disiapkan untuk dibagikan secara resmi di masing-masing debarkasi di Indonesia.
Dokumen Perjalanan Jangan Sampai Hilang
Selain aturan barang bawaan, jemaah diminta menjaga paspor, kartu identitas haji, boarding pass, dan dokumen penting lainnya sampai benar-benar tiba di rumah. Petugas mengingatkan agar dokumen tidak dititipkan kepada pihak yang tidak berkepentingan.
Jika terjadi kehilangan, jemaah diminta segera melapor kepada petugas agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga proses kepulangan tetap tertib sampai seluruh jemaah kembali ke daerah masing-masing.
Source: www.beritasatu.com






