Serangan drone Ukraina kembali mengguncang Krimea yang diduduki Rusia dan memicu kepanikan baru di wilayah itu. Sedikitnya empat orang tewas dan 28 lainnya luka-luka, menurut pejabat yang ditunjuk Moskow di semenanjung tersebut.
Insiden ini kembali menempatkan Krimea di pusat perhatian perang yang masih berlanjut. Wilayah itu selama ini menjadi titik strategis bagi Rusia sejak aneksasi pada 2014 dan dipakai sebagai pijakan serangan ke daratan Ukraina setelah invasi skala penuh pada Februari 2022.
Kebakaran dan ledakan di sejumlah titik
Laporan awal di kanal-kanal media sosial yang berpengaruh menyebut adanya kebakaran di depot bahan bakar di Kerch. Kota pelabuhan di ujung timur semenanjung itu juga dilaporkan diselimuti asap tebal, sementara sejumlah ledakan dan kebakaran lain disebut terjadi di berbagai bagian Krimea.
Otoritas regional kemudian menutup lalu lintas di jembatan yang menghubungkan Kerch dengan daratan utama Rusia pada malam hari. Penutupan itu menambah kekacauan di wilayah yang sudah tegang akibat serangan terbaru.
Pasokan bahan bakar sudah ketat
Sergey Aksyonov, kepala politik Krimea yang ditunjuk Moskow, mengatakan pengiriman bahan bakar masih tertunda. Ia juga menyebut alokasi bensin untuk pengendara pribadi yang dijadwalkan pada Minggu dibatalkan.
Menurut Aksyonov, bahan bakar saat ini hanya tersedia untuk layanan resmi. Kondisi itu menunjukkan tekanan energi di Krimea belum mereda, bahkan sebelum serangan terbaru terjadi.
Di sisi lain, pelabuhan Kavkaz di sisi Rusia dari Selat Kerch juga dilaporkan terkena serangan. Lokasi tersebut memiliki terminal bahan bakar dan depot minyak, sehingga menjadi bagian penting dalam rantai pasokan energi di kawasan itu.
Pariwisata ikut terkena dampaknya
Gangguan keamanan dan energi ini datang di saat sektor pariwisata Krimea juga sedang tertekan. Industri pariwisata di sana memperkirakan jutaan wisatawan akan menjauh dari semenanjung itu pada musim panas ini.
Krimea selama ini menjadi مقصد populer bagi pelancong Rusia, sehingga gangguan semacam ini berpotensi memperburuk kondisi ekonomi lokal. Serangan terbaru memperlihatkan bahwa dampak perang tidak berhenti pada medan tempur, tetapi juga merembet ke kehidupan sipil, infrastruktur energi, dan akses transportasi di wilayah yang dikuasai Rusia itu.







