5 Poin Penentu Damai AS-Iran, Kesepakatan Nuklir Ini Bisa Menguntungkan Israel

Kabar soal kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran langsung memindahkan perhatian ke satu pertanyaan besar, seberapa jauh perjanjian itu benar-benar bisa menahan ancaman nuklir sekaligus menguntungkan Israel. Donald Trump menyebut ada terobosan lewat unggahan di Truth Social, tetapi detail finalnya masih bergantung pada lima isu paling krusial.

Di tengah klaim dibukanya kembali Selat Hormuz dan dicabutnya blokade angkatan laut AS terhadap Iran, Washington tetap memberi sinyal keras bahwa opsi militer belum hilang. Trump mengatakan kepada New York Times bahwa jika kesepakatan akhir soal nuklir gagal, AS masih bisa menyerang Teheran.

Uranium 60 persen dan 20 persen jadi titik paling sensitif

Fokus pertama ada pada nasib stok uranium Iran yang diperkaya hingga 60 persen dan 20 persen. Kerangka kesepakatan yang ditandatangani pada Minggu hingga Senin membuka masa negosiasi selama 60 hari untuk membahas nuklir dan sanksi.

Jika uranium 60 persen dipindahkan atau diencerkan di bawah pengawasan AS, ancaman jangka pendek dari program nuklir Iran bisa ditekan. Namun jika stok itu tetap bertahan, Iran masih menyimpan kemampuan yang dapat dipakai untuk langkah lebih jauh dalam beberapa tahun ke depan.

Pembekuan pengayaan akan menentukan ruang gerak Iran

Isu berikutnya adalah apakah Iran akan membekukan pengayaan uranium selama 15 hingga 20 tahun. Bocoran sebelumnya menyebut opsi itu mungkin disepakati, tetapi pernyataan Trump justru memunculkan tanda tanya karena ia menyebut ada tingkat pengayaan rendah tertentu yang telah disetujui.

Detail ini penting karena akan menentukan seberapa besar ruang yang masih dimiliki Iran. Jika sentrifugal dibatasi ketat dan tidak bisa dibangun ulang dalam jumlah besar, kesepakatan akan terlihat jauh lebih menguntungkan bagi AS dan Israel.

Lima poin ini juga menyentuh Lebanon dan Hizbullah

Selain urusan nuklir, pembahasan melebar ke kemungkinan penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan. Israel tidak disebut punya kepentingan untuk mempertahankan kehadiran militer permanen di wilayah itu, tetapi penarikan tetap dikaitkan dengan pembatasan terhadap Hizbullah.

Israel ingin memastikan Hizbullah tidak memperkuat diri di selatan Lebanon dan tidak menyelundupkan senjata presisi jarak jauh baru. Dalam skema yang dibahas, Israel juga berpeluang mempertahankan lima pos pengamatan kecil sebagai zona keamanan.

Strategi MABAM bisa kembali dipakai Israel

Jika kesepakatan nuklir benar-benar berjalan, Israel diperkirakan akan menahan operasi militer terhadap Hizbullah sampai isu uranium 60 persen selesai. Setelah itu, Israel disebut kemungkinan kembali ke strategi MABAM atau perang di antara perang.

Strategi itu merujuk pada serangan terbatas, senyap, dan terarah terhadap jalur penyelundupan senjata di Lebanon dan Suriah. Fokusnya bukan perang besar, melainkan menjaga agar transfer senjata strategis tidak memperkuat lawan secara signifikan.

Batas toleransi atas rudal balistik Iran tetap jadi garis merah

Poin terakhir yang dinilai penting adalah rudal balistik Iran. Israel disebut memiliki ambang toleransi tertentu terhadap jumlah rudal yang dimiliki Teheran, meski angka pastinya tidak diumumkan.

Sejumlah analis memperkirakan batas itu berada di kisaran 4.000 hingga 6.000 rudal. Selama ini Israel disebut hidup berdampingan dengan fakta bahwa Iran memiliki ribuan rudal balistik, tetapi lonjakan jumlah yang terlalu besar bisa mengganggu keseimbangan pertahanan udara Israel.

The Jerusalem Post menilai Israel perlu menyampaikan batas yang jelas kepada Iran. Jika jumlah rudal melampaui ambang yang dianggap aman, situasi itu dapat dipandang sebagai ancaman langsung yang sulit ditoleransi.

Kelima poin tersebut akan menentukan apakah kesepakatan damai AS-Iran benar-benar membawa stabilitas baru atau justru menyisakan risiko lanjutan bagi Israel dan kawasan Timur Tengah. Nasib uranium yang diperkaya, pembekuan pengayaan, penarikan pasukan dari Lebanon, strategi militer Israel, dan batas rudal balistik Iran menjadi ukuran utama yang terus diawasi dalam pembahasan berikutnya.

Source: www.beritasatu.com

Terkait